Warga Keluhkan Kali di Ancol yang Menimbulkan Bau Tidak Sedap

Kompas.com - 17/05/2018, 12:08 WIB
Kali Karang Bolong Enam Wihara di kawasan Ancol, Jakarta Utara, mengeluarkan bau tak sedap pada Kamis (17/5/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKali Karang Bolong Enam Wihara di kawasan Ancol, Jakarta Utara, mengeluarkan bau tak sedap pada Kamis (17/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kali Karang Bolong Enam Wihara di kawasan Ancol, Jakarta Utara, mengeluarkan bau tidak sedap. Hal ini dikeluhkan oleh warga.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Kamis (17/5/2018), kali sepanjang 1 kilometer itu tampak tercemar. Air di kali tersebut berwarna hijau bercampur hitam pekat.

Tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, jentik-jentik nyamuk juga terlihat di sana. Geri, salah satu warga mengaku khawatir dengan kondisi kali tersebut.

"Di sini baunya memang sudah khas, Mas, sudah bertahun-tahun juga. Nyamuknya juga banyak kalau sudah malam, ganggu juga sih," ujar Geri, Kamis.

Baca juga: Takut Diciduk Polisi, Topan Lompat dan Tewas di Kali Ancol

Bau di kali tersebut diduga berasal dari limbah pabrik. Petugas UPK Badan Air Andri mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terkait asal bau tidak sedap tersebut.

"Sudah pernah dicek, cuma sampai sekarang belum ada hasilnya. Katanya (pabrik-pabriknya) sudah diselidiki bahkan sudah ditegor, tapi sampai sekarang masih saja bau," kata Andri.

Baca juga: Suami Ingin Nikah Lagi, Ningsih Hendak Ceburkan Diri ke Kali Ancol

Andri menambahkan, bau tidak sedap tersebut sudah muncul bertahun-tahun. Namun, kondisi itu tetap tidak berubah.

"Kalau hujan doang kadang berkurang, kalau hujan terus airnya tinggi, enggak bau banget, karena kan airnya kebawa air (mengalir), pintu airnya dibuka di muara sana," ujar Andri.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Pesepeda Jadi Korban Begal, Kadishub: Hindari Bawa Barang Berharga

Banyak Pesepeda Jadi Korban Begal, Kadishub: Hindari Bawa Barang Berharga

Megapolitan
Pemuda di Depok Satroni dan Ancam Bunuh Ustaz, Diduga Gangguan Jiwa

Pemuda di Depok Satroni dan Ancam Bunuh Ustaz, Diduga Gangguan Jiwa

Megapolitan
Anggotanya Diintimidasi, Tim Pemenangan Benyamin-Pilar Berencana Tempuh Jalur Hukum

Anggotanya Diintimidasi, Tim Pemenangan Benyamin-Pilar Berencana Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Tim Pendukung Benyamin-Pilar Tertabrak Motor Saat Pasang APK di Pamulang, Diduga akibat Diintimidasi

Tim Pendukung Benyamin-Pilar Tertabrak Motor Saat Pasang APK di Pamulang, Diduga akibat Diintimidasi

Megapolitan
Ganti Rugi Longsor di Ciganjur Tak Jelas, Warga Berencana Tempuh Jalur Hukum

Ganti Rugi Longsor di Ciganjur Tak Jelas, Warga Berencana Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Warga Korban Banjir Belum Sependapat Soal Ganti Rugi, Satu RT Minta PT Khong Guan Bayar 80 Persen

Warga Korban Banjir Belum Sependapat Soal Ganti Rugi, Satu RT Minta PT Khong Guan Bayar 80 Persen

Megapolitan
Seorang Pria Mencoba Lompat dari Lantai 22 di Apartemen Salemba, Damkar Berhasil Gagalkan

Seorang Pria Mencoba Lompat dari Lantai 22 di Apartemen Salemba, Damkar Berhasil Gagalkan

Megapolitan
Banyak Warga Keluar Kota, Tempat Wisata di Jakarta Lebih Sepi

Banyak Warga Keluar Kota, Tempat Wisata di Jakarta Lebih Sepi

Megapolitan
Ormas Sering Bentrok di Ciledug, Polisi Diminta Tak Kompromi dan Berani Bubarkan

Ormas Sering Bentrok di Ciledug, Polisi Diminta Tak Kompromi dan Berani Bubarkan

Megapolitan
Bentrok Ormas Makan Korban di Ciledug tapi Berujung Damai, Pengamat: Jangan Didiamkan!

Bentrok Ormas Makan Korban di Ciledug tapi Berujung Damai, Pengamat: Jangan Didiamkan!

Megapolitan
Kisah PKL di Jalan Wahid Hasyim, Puluhan Tahun Setia Jajakan Kardus Bekas

Kisah PKL di Jalan Wahid Hasyim, Puluhan Tahun Setia Jajakan Kardus Bekas

Megapolitan
Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Libur Panjang Terjadi Mulai Besok

Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Libur Panjang Terjadi Mulai Besok

Megapolitan
Ini Kronologi Pencurian Disertai Pembunuhan di Rumah Kos Kawasan Tambora

Ini Kronologi Pencurian Disertai Pembunuhan di Rumah Kos Kawasan Tambora

Megapolitan
Warga Tangsel yang Tak Masuk DPT Tetap Bisa Mencoblos pada Pilkada, asalkan...

Warga Tangsel yang Tak Masuk DPT Tetap Bisa Mencoblos pada Pilkada, asalkan...

Megapolitan
Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Kota Tangerang

Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X