Manajemen Go-Jek Syaratkan SKCK bagi Mitra Pengemudi

Kompas.com - 17/05/2018, 22:10 WIB
Pengendara Go-Jek yang sedang melihat notifikasi pesanan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2018) KOMPAS.com/Stanly RavelPengendara Go-Jek yang sedang melihat notifikasi pesanan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Vice President Corporate Communications Go-Jek Michael Say mengatakan, pihaknya mensyaratkan calon mitra pengemudi Go-Jek untuk menyertakan surat keterangan catatan kepolisian ( SKCK) saat mendaftar sebagai mitra Go-Jek.

Syarat tersebut ditujukan untuk meminimalisasi manajemen Go-Jek mendaptkan mitra pengemudi yang berkelakuan buruk yang bisa mencoreng nama baik Go-Jek.

"Saat bergabung dengan Go-Jek, calon mitra Go-Jek selalu kami minta untuk memberikan SKCK terbaru dari kepolisian sebagai syarat utama," ujar Michael saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/5/2018)

Ia mengatakan, syarat tersebut diberlakukan di luar standar operasional yang disosialisasikan Go-Jek.

Baca juga: Go-Jek Laporkan Penyebar Hoaks Makanan Go-Food Diracun Anggota ISIS

"Ini di luar standar operasi yang kami sosialisasikan terkait dengan keamanan dan layanan bagi pelanggan," ujar Michael.

Sebelumnya beredar informasi di media sosial yang menyebutkan ada anggota teroris ISIS yang menjadi mitra pengemudi Go-Jek. Namun, informasi tersebut langsung dibantah manajemen Go-Jek.

Pihak Go-Jek bahkan telah melaporkan informasi hoaks tersebut ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Hal itu dilakukan karena informasi tersebut telah merugikan manajemen serta mitra pengemudi Go-Jek.

"Yang jelas (informasi tersebut) 100 persen hoaks. Hari ini kami telah melaporkan secara resmi ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait informasi yang tersebar di media sosial," ujar Michael.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X