Polisi Tembak Mati Dua Pencuri Spesialis di Rumah Kosong - Kompas.com

Polisi Tembak Mati Dua Pencuri Spesialis di Rumah Kosong

Kompas.com - 18/05/2018, 16:22 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2018).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap komplotan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Komplotan tersebut mengaku sudah 30 kali melakukan pencurian di rumah kosong.

"Para pelaku melakukan aksinya cukup sering di wilayah Jakarta Raya, termasuk Tangerang dan Depok," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada media di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (18/5/2018).

Argo menjelaskan, rentetan kejahatan yang dilakukan kelompok ini terjadi sepanjang Maret dan April. Mereka mencuri motor hingga ponsel di rumah kosong.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tujuh tersangka, yaitu RS, RD, ST, SM, RS als RI, AS, dan EG.


Baca juga: Todongkan Pistol ke Pegawai Minimarket di Utan Kayu, Perampok Bobol Brankas Rp 200 Juta

"Mereka ini kelompok Sumatera yang melakukan aksi dengan perlengkapan senjata tajam dan senjata api. Laporan polisi lima, tapi mereka sudah melakukan aksinya sebanyak 30 kali, itu akan kita runtutkan nanti," papar Argo.

Dari tujuh tersangka yang berhasil dibekuk, dua di antaranya tewas lantaran mencoba melalukan perlawan kepada petugas saat proses penangkapan.

"Dua tersangka melakukan perlawanan lalu dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh petugas," ucapnya.

Baca juga: Todongkan Senjata, Perampok Bobol Rp 10 Juta dari Minimarket di Jakarta Timur

Keduanya sempat dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan kedua tersangka kehabisan darah dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan beberapa senjata tajam, senjata api, lima butir peluru, kunci letter T, dan tujuh sepeda motor.

Sementara untuk lima tersangka lain dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukum pidana maksimal tujuh tahun penjara.


Terkini Lainnya

AS dan Inggris Gelar Latihan Gabungan di Laut China Selatan

AS dan Inggris Gelar Latihan Gabungan di Laut China Selatan

Internasional
Gagal Raih Adipura, Kadis Lingkungan Hidup Kota Bekasi Siap Mundur

Gagal Raih Adipura, Kadis Lingkungan Hidup Kota Bekasi Siap Mundur

Megapolitan
Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Megapolitan
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Megapolitan
KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

Nasional
Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Nasional
SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

Nasional
Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Megapolitan
KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

Nasional
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Megapolitan
Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Internasional
Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Nasional
Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Nasional

Close Ads X