Atur Operasional Selama Ramadhan, 80 Tempat Hiburan di Jaktim Ditempeli Stiker

Kompas.com - 21/05/2018, 11:38 WIB
Diskotek Exotic yang terletak di Mangga Besar, Jakarta Pusat ditutup oleh Satpol PP pada Kamis (19/4/2018). RIMA WAHYUNINGRUMDiskotek Exotic yang terletak di Mangga Besar, Jakarta Pusat ditutup oleh Satpol PP pada Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta telah menyebarkan 700 stiker sebagai penanda boleh tidaknya atau buka tutup industri pariwisata selama bulan Ramadhan.

Khusus wilayah Jakarta Timur, sudah ada 80 stiker yang dipasang. Stiker tersebut terdiri dari dua warna, yakni merah dan hijau.

"Ada 80 stiker di wilayah (Jakarta) Timur yang sudah di pasang, 50 stiker warna hijau, dan sisanya (30 stiker) warna merah," kata Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur, Iwan Wardhana, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (20/5/2018).

Baca juga: Selama Ramadhan, Operasional Tempat Hiburan Malam Dibatasi

Iwan menyatakan, stiker berwarna merah menandakan industri wisata yang harus tutup selama Ramadhan. Sementara stiker hijau artinya industri pariwisata itu diperbolehkan buka, namun jam operasionalnya diatur pemerintah.

Jenis industri wisata stiker merah atau yang wajib tutup selama Ramadhan, di antaranya spa, sauna, griya pijat, klub malam, diskotik, dan lainnya.

Sementara untuk industri wisata stiker hijau yang diatur jam operasionalnya meliputi karaoke keluarga dengan jam buka 14.00 WIB-02.00 WIB, karaoke eksekutif 20.30 WIB-01.30 WIB, dan biliar dari pukul 10.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 251 Tempat Hiburan Malam di Jakarta Barat Ditutup Selama Ramadhan

Menurut Iwan, sebelum pemasangan, para pelaku bisnis industri pariwisata sudah diberikan sosialisasi terlebih dahulu. Sementara untuk titik wilayah tempat hiburan di Jakarta Timur, paling banyak berada di kawasan Jalan Raya Bogor dan Jalan Pemuda Rawamangun.

"Kami lakukan sesuai perda yang berlaku. Kami juga akan melakukan pengawasan rutin selama Ramadhan. Bila ketahuan masih ada yang melanggar, maka sanksinya sudah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2015 dan Pergub Nomor 18 Tahun 2018," papar dia.

Kompas TV Polisi menemukan seorang pemadu karaoke yang positif menggunakan narkoba.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda di Depok Tewas Setelah Pertahankan Handphone dari Komplotan Begal

Pemuda di Depok Tewas Setelah Pertahankan Handphone dari Komplotan Begal

Megapolitan
8 Pelajar Tawuran di Kembangan Ditangkap: Bacok hingga Lindas Lawan

8 Pelajar Tawuran di Kembangan Ditangkap: Bacok hingga Lindas Lawan

Megapolitan
3 Kasus Pencabulan terhadap Anak Terjadi di Kembangan Dalam Sepekan

3 Kasus Pencabulan terhadap Anak Terjadi di Kembangan Dalam Sepekan

Megapolitan
23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

Megapolitan
Hari Buruk Angkutan Massal Jakarta: Kecelakaan Transjakarta dan LRT

Hari Buruk Angkutan Massal Jakarta: Kecelakaan Transjakarta dan LRT

Megapolitan
PT INKA: Tabrakan LRT Terindikasi Masinis Tak Kurangi Kecepatan Kereta

PT INKA: Tabrakan LRT Terindikasi Masinis Tak Kurangi Kecepatan Kereta

Megapolitan
Duit Rp 379 M Per Tahun dari Pemprov DKI Digunakan untuk Uang Bau hingga Infrastruktur di Bekasi

Duit Rp 379 M Per Tahun dari Pemprov DKI Digunakan untuk Uang Bau hingga Infrastruktur di Bekasi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Lanjutkan Kerja Sama Pengelolaan TPST Bantar Gebang dengan DKI hingga 2026

Pemkot Bekasi Lanjutkan Kerja Sama Pengelolaan TPST Bantar Gebang dengan DKI hingga 2026

Megapolitan
Merasa Tertipu Investasi Crypto hingga Rp 325 Juta, Seorang Wanita di Bekasi Lapor Polisi

Merasa Tertipu Investasi Crypto hingga Rp 325 Juta, Seorang Wanita di Bekasi Lapor Polisi

Megapolitan
Pegawai Curi 46 Ton Ikan Dori dan Cumi, Kerugian Perusahaan Capai Rp 3,6 Miliar

Pegawai Curi 46 Ton Ikan Dori dan Cumi, Kerugian Perusahaan Capai Rp 3,6 Miliar

Megapolitan
Polisi Tahan Pelaku Eksibisionis di Dekat Stasiun Sudirman

Polisi Tahan Pelaku Eksibisionis di Dekat Stasiun Sudirman

Megapolitan
Polisi Tangkap Pegawai Perusahaan yang Gelapkan 46 Ton Ikan Dori dan Cumi di Penjaringan

Polisi Tangkap Pegawai Perusahaan yang Gelapkan 46 Ton Ikan Dori dan Cumi di Penjaringan

Megapolitan
Pakai NIK Saat Pesan Tiket Kereta Api Jarak Jauh Berlaku 26 Oktober, Simak Aturannya

Pakai NIK Saat Pesan Tiket Kereta Api Jarak Jauh Berlaku 26 Oktober, Simak Aturannya

Megapolitan
Warga Koja Mual dan Muntah Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Parpol

Warga Koja Mual dan Muntah Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Parpol

Megapolitan
Tawuran di Mangga Besar Disiarkan Live di Instagram demi Raup Untung

Tawuran di Mangga Besar Disiarkan Live di Instagram demi Raup Untung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.