Ramainya RTH Kalijodo Saat Ngabuburit

Kompas.com - 26/05/2018, 18:36 WIB
Suasana Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo di jam-jam menunggu berbuka puasa, Sabtu (26/5/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSuasana Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo di jam-jam menunggu berbuka puasa, Sabtu (26/5/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo dipenuhi warga yang menunggu waktu berbuka puasa alias ngabuburitpada Sabtu (26/5/2018) sore.

Dimas, warga Angke, mengatakan bahwa dia beberapa kali ngabuburit di RTH Kalijodo pada Bulan Ramadhan kali ini. Ia sengaja pergi ke sana untuk memanfaatkan arena skateboard yang ada.


"Kalau main di sini emang sudah hobi bang. Di luar Ramadhan juga sering main skateboard di sini, tetapi ini emang dikhususin buat ngabuburit," kata Dimas.

Baca juga: Menengok Kembali Kalijodo yang Dulu Kelam, Kini Penuh Warna dan Tawa

Selain Dimas, ada Ridho, warga Tambora yang datang ke RPTRA Kalijodo untuk ngabuburit. Ia mengaku penasaran akan ramainya tempat tersebut pada Bulan Ramadhan.

"Penasaran sih kalau weekend begini ramainya kayak apa karena biasanya banyak macam-macam aktivitasnya. Lumayan sama keluarga jalan-jalan," katanya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, ada berbagai macam aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung sambil menunggu waktu berbuka.

Selain bermain skateboard seperti Dimas, pengunjung yang membawa anak kecil juga bisa memanfaatkan sejumlah arena permainan anak di sana.

Baca juga: Liburan Murah Meriah di RPTRA Kalijodo

Mereka yang hobi belanja juga akan dimanjakan. Sebab, ada puluhan lapak yang menggelar dagangannya di sana, mulai dari boneka, kaus oblong, sampai sepatu olahraga.

Pengunjung juga tak perlu khawatir mencari santapan berbuka. Selain Pujasera UKM Kalijodo yang menyediakan berbagai macam sajian, sejumlah pedagang kaki lima mudah ditemukan di sekitar sana.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta UMK Bekasi 2020 Rp 4,9 Juta, Serikat Buruh Klaim Sudah Lakukan Survei

Minta UMK Bekasi 2020 Rp 4,9 Juta, Serikat Buruh Klaim Sudah Lakukan Survei

Megapolitan
Buruh Kota Bekasi Ingin UMK Sebesar Rp 4,9 Juta

Buruh Kota Bekasi Ingin UMK Sebesar Rp 4,9 Juta

Megapolitan
Polisi Kaji Ruas Jalan yang Dapat Dilintasi Skuter Listrik GrabWheels

Polisi Kaji Ruas Jalan yang Dapat Dilintasi Skuter Listrik GrabWheels

Megapolitan
Pulang Kampung demi Pilih Kepala Desa, Warsidin Kembali ke Jakarta Tinggal Nama

Pulang Kampung demi Pilih Kepala Desa, Warsidin Kembali ke Jakarta Tinggal Nama

Megapolitan
Ratusan Buruh Kawal Rapat Pembahasan UMK Bekasi 2020

Ratusan Buruh Kawal Rapat Pembahasan UMK Bekasi 2020

Megapolitan
Penabrak Pengguna GrabWheels Tidak Ditahan Bukan karena Anak Orang Penting

Penabrak Pengguna GrabWheels Tidak Ditahan Bukan karena Anak Orang Penting

Megapolitan
BPTJ: Penggunaan Transportasi Umum Baru 30 Persen di Jabodetabek

BPTJ: Penggunaan Transportasi Umum Baru 30 Persen di Jabodetabek

Megapolitan
Awal Mula Toko Minyak Wangi Menjamur di Kawasan Condet

Awal Mula Toko Minyak Wangi Menjamur di Kawasan Condet

Megapolitan
Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok adalah Guru

Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok adalah Guru

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Megapolitan
YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

Megapolitan
Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Megapolitan
Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Megapolitan
Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X