Sidak ke Pasar, Pemkot Jaktim Temukan Kerupuk Mengandung Boraks

Kompas.com - 31/05/2018, 17:02 WIB
Petugas BPOM DIY memeriksa Makanan yang Diambil dari Pasar Argosari, Wonosari, GunungkidulKompas.com/Markus Yuwono Petugas BPOM DIY memeriksa Makanan yang Diambil dari Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemkot Jaktim bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta mengelar inspeksi mendadak jelang Lebaran di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (31/5/2018).

Dari 22 sampel yang diambil untuk uji laboratorium, ditemukan tujuh makanan positif mengandung zat berbahaya seperti boraks, methamin yellow, rhodamin B.

"Dari hasil inspeksi dan uji lab BPOM tadi kami temukan bahan makanan yang positif mengandung beberapa zat berbahaya pada makanan yang dijual pedagang," ucap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur Syofian Tahir dalam keterangannya, Kamis (31/5/2018).

Baca juga: Masih Ditemukan Makanan Mengandung Formalin dan Boraks di Sejumlah Pasar di Jakarta


Makanan yang mengandung boraks antara lain, keripik pisang, kerupuk gendar, kerupuk tempe, kerupuk gendar kulit. Sementara di tahu kuning ditemukan zat methamin yellow, dan rhodamin B pada pacar cina.

Inspeksi ini digelar bersama Camat Jatinegara Nasrudin Abubakar dan Manager PD Pasar Jaya Sion Purba. 

Selain zat berbahaya, ditemukan juga adanya kenaikan sejumlah pangan jelang Lebaran.

"Daging, ikan, bawang merah, ayam kampung harganya sudah mulai naik, tapi untuk ayam boiler justru menurun. Untuk bahan pokok lainnya masih stabil," katanya.

Baca juga: Ditemukan Tahu Berformalin di Pasar, Begini Cara Mengenalinya

Menanggapi adanya temuan tersebut, Sofian mengatakan akan melakukan inspeksi operasi pasar lagi dalam waktu dekat. Sekaligus untuk memantau kenaikan harga pangan jelang hari raya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Megapolitan
Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Megapolitan
Korban Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Akan Diperiksa di Rumah Sakit

Korban Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Akan Diperiksa di Rumah Sakit

Megapolitan
DPRD: Imbas Putusan MA, Trotoar Tak Boleh Lagi Dijadikan Tempat Jualan PKL

DPRD: Imbas Putusan MA, Trotoar Tak Boleh Lagi Dijadikan Tempat Jualan PKL

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X