Pasar Pondok Indah Resmi Jadi "Smart" Pasar, Seperti Apa Pintarnya?

Kompas.com - 02/06/2018, 11:34 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai berbelanja di Pasar Pondok Indah, Sabtu (2/5/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai berbelanja di Pasar Pondok Indah, Sabtu (2/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan Pasar Pondok Indah di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, sebagai ' smart pasar'. Sandiaga mengatakan, pasar pintar ini menggunakan teknologi hampir pada setiap aktivitas di dalamnya.

"Digitalisasi zaman old itu hanya sebatas akses internet, email dan membuat website. Kalau zaman now, sekarang kita potensinya masuk semua lini bisnis, mulai dari produksi, manajemen bisnis, pemasaran, hingga online," ujar Sandiaga, di Pasar Pondok Indah, Sabtu (2/6/2018).

Sandiaga sempat mencoba berbelanja di pasar ini. Dia membeli baju koko, kerudung, dan sorban, di salah satu toko. Metode pembayaran yang dia lakukan dengan sistem 'QR code'. Tanpa menggunakan uang tunai, transaksi sudah bisa dilakukan.

Baca juga: Sandiaga Sebut Mindset Ibu-ibu Harga Bahan Pokok Selalu Naik meski Stabil

Sandiaga mengatakan, 'kepintaran' pasar ini bukan hanya dari metode pembayarannya yang non-tunai saja. Pasar ini juga memiliki WiFi gratis yang bisa digunakan pengunjung.

Selain itu, pengunjung juga bisa merasakan sensasi menggunakan teknologi virtual reality di salah satu sudut pasar.

Lampu-lampu yang digunakan di pasar ini juga bisa padam otomatis setelah tidak digunakan. Smart pasar ini kerja sama PD Pasar Jaya dengan 'Perkumpulan Gerakan OK OCE' dan Telkom.

Sandiaga ingin, binaan OK OCE bisa mempelajari sistem pembayaran terkini. Dengan demikian, mereka juga bisa menggunakannya di toko masing-masing.

Baca juga: PKL Pasar Pondok Labu Kesal Setiap Hari Ada Penertiban

 

Dia berharap nantinya semua pasar bisa menerakan konsep 'smart pasar' seperti ini.

Sandiaga mengatakan, hal yang perlu ditingkatkan adalah sarana transportasinya. Dia ingin transportasi umum bisa menjangkau pasar tersebut.

"Kalau tidak kereta atau Transjakarta atau apa gitu loh, supaya ramai," kata dia.

Kompas TV Gejolak harga beras di Pasar Induk Cipinang sudah terjadi sebulan terakhir.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon di Jakarta Timur

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon di Jakarta Timur

Megapolitan
Bus Hangus Terbakar di Kramat Jati

Bus Hangus Terbakar di Kramat Jati

Megapolitan
Polisi: Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Belum Sah Jadi Dokter

Polisi: Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Belum Sah Jadi Dokter

Megapolitan
Boleh Beroperasi Kembali, Kafe Broker Bekasi Janji Taati Protokol Kesehatan

Boleh Beroperasi Kembali, Kafe Broker Bekasi Janji Taati Protokol Kesehatan

Megapolitan
Graha Wisata Ragunan Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Graha Wisata Ragunan Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Megapolitan
PHRI Klaim Kemenparekraf Dukung Restoran di Mal dan Hotel Layani Dine In

PHRI Klaim Kemenparekraf Dukung Restoran di Mal dan Hotel Layani Dine In

Megapolitan
Update 29 September: Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.132, Tingkat Kesembuhan Capai 80 Persen

Update 29 September: Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.132, Tingkat Kesembuhan Capai 80 Persen

Megapolitan
Polisi Sebut Istri Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Terlibat Kasus Pelarian Anak

Polisi Sebut Istri Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Terlibat Kasus Pelarian Anak

Megapolitan
Tempat Pengungsian Banjir Selama Pandemi Covid-19 Harus Dua Kali Lipat, Anies Siapkan Ingub

Tempat Pengungsian Banjir Selama Pandemi Covid-19 Harus Dua Kali Lipat, Anies Siapkan Ingub

Megapolitan
Virtual Job Fair Kota Tangerang, 13 Perusahaan Buka 210 Lowongan

Virtual Job Fair Kota Tangerang, 13 Perusahaan Buka 210 Lowongan

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudin Nakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudin Nakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
Sempat Disegel karena Langgar Protokol Kesehatan, 4 Kafe di Bekasi Diizinkan Beroperasi Lagi

Sempat Disegel karena Langgar Protokol Kesehatan, 4 Kafe di Bekasi Diizinkan Beroperasi Lagi

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Taman Mini Akan Dapat Fasilitas Wifi

Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Taman Mini Akan Dapat Fasilitas Wifi

Megapolitan
Rasio Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tinggi, padahal Testing Bermasalah

Rasio Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tinggi, padahal Testing Bermasalah

Megapolitan
Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Jalani Tes Kejiwaan

Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Jalani Tes Kejiwaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X