Mengaku PNS Kebayoran Lama, Seorang Pria Sebar Surat Minta THR

Kompas.com - 06/06/2018, 17:37 WIB
Seorang pria bernama Nazarudin digiring dan dilaporkan ke polisi karena menyebarkan surat palsu untuk meminta tunjangan hari raya (THR) kepada warga di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018). DOK. CAMAT KEBAYORAN LAMA SAYID ALISeorang pria bernama Nazarudin digiring dan dilaporkan ke polisi karena menyebarkan surat palsu untuk meminta tunjangan hari raya (THR) kepada warga di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Nazarudin menyebarkan surat palsu untuk meminta tunjangan hari raya ( THR) kepada warga di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dalam surat yang dipalsukannya, Nazarudin mengaku sebagai Kepala Dinas Kebersihan Kebayoran Lama yang bernama Alek.

"Dia pengangguran mengatasnamakan PNS, Kepala Dinas Kebersihan Kecamatan Kebayoran Lama. Dia bikin surat, minta-minta THR, keliling-keliling di wilayah kita," ujar Camat Kebayoran Lama Sayid Ali saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

Baca juga: Ketua RT di Joglo Minta THR ke Pengusaha, Sandiaga Minta Tak Ada Paksaan

Sayid menyampaikan, ia mulanya mendapat laporan dari warga yang menerima surat tersebut. Sayid kemudian menyatakan bahwa surat itu palsu.

Sebab, tidak ada Kepala Dinas Kebersihan di wilayah kecamatannya. Yang ada adalah Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup. Namanya pun bukan Alek, tetapi Safruddin.

Kasatpel Lingkungan Hidup juga tidak memiliki kop surat sendiri.

Pada Rabu sekitar pukul 11.30 WIB, Sayid dan jajarannya mengelabui pelaku dengan menyebut warga akan memberikan THR. Mereka janjian bertemu di Jalan Sultan Iskandar Muda.

"Kami pancing melalui orang yang sudah dikasih selebaran sama dia, telepon pura-pura akan memberikan uang THR. Datanglah dia, ya kami tangkap," kata Sayid.

Baca juga: Polri Bakal Tindak Ormas yang Memaksa Minta THR kepada Warga

Saat ditangkap, Nazarudin mengantongi 134 kupon tanda pembayaran restibusi kebersihan lingkungan, satu lembar surat permohonan THR, dan satu stempel Dinas Kebersihan Kebayoran Lama.

Nazarudin langsung digiring ke Mapolsek Kebayoran Lama untuk dilaporkan ke polisi. Dia kini ditahan di Mapolsek Kebayoran Lama atas dugaan pemalsuan surat, kupon THR, dan stempel.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Milik Sopir Taksi Online yang Dibunuh Ditemukan di Tangerang

Mobil Milik Sopir Taksi Online yang Dibunuh Ditemukan di Tangerang

Megapolitan
Pedagang Pasar Kebayoran Lama Minta ASN Lebih Sering Keliling Pantau Pasar

Pedagang Pasar Kebayoran Lama Minta ASN Lebih Sering Keliling Pantau Pasar

Megapolitan
Di Pasar Koja Baru, ASN Juga Diminta Awasi Penggunaan Kantong Plastik

Di Pasar Koja Baru, ASN Juga Diminta Awasi Penggunaan Kantong Plastik

Megapolitan
Update 6 Juli: Bertambah 7, Covid-19 di Kota Tangerang Tembus 500 Kasus

Update 6 Juli: Bertambah 7, Covid-19 di Kota Tangerang Tembus 500 Kasus

Megapolitan
Krisis Covid-19, Stok Beras di Kota Tangerang Hanya untuk 3 Bulan

Krisis Covid-19, Stok Beras di Kota Tangerang Hanya untuk 3 Bulan

Megapolitan
Terperosok 2,5 Jam di Trotoar Jalan Raya Fatmawati, Truk Tronton Berhasil Dievakuasi

Terperosok 2,5 Jam di Trotoar Jalan Raya Fatmawati, Truk Tronton Berhasil Dievakuasi

Megapolitan
UPDATE 6 Juli: Bertambah 1, Total 418 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 6 Juli: Bertambah 1, Total 418 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Etty Toyib, TKI yang Lolos dari Hukuman Mati Pengadilan Arab Saudi Tiba di Bandara Soetta

Etty Toyib, TKI yang Lolos dari Hukuman Mati Pengadilan Arab Saudi Tiba di Bandara Soetta

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei, Total Ada 67 Adegan

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei, Total Ada 67 Adegan

Megapolitan
ASN Tugas di Pasar, Pedagang Berharap Semua Bisa Disiplin supaya Pandemi Berakhir

ASN Tugas di Pasar, Pedagang Berharap Semua Bisa Disiplin supaya Pandemi Berakhir

Megapolitan
Dukung Reklamasi Ancol, Gerindra: Ancol Ditargetkan Jadi Tempat Wisata Dunia

Dukung Reklamasi Ancol, Gerindra: Ancol Ditargetkan Jadi Tempat Wisata Dunia

Megapolitan
Datangi Pasar Lenteng Agung, Anggota Fraksi PSI Nilai Pembatasan Pengunjung Belum Optimal

Datangi Pasar Lenteng Agung, Anggota Fraksi PSI Nilai Pembatasan Pengunjung Belum Optimal

Megapolitan
UPDATE 6 Juli: Tambah 231 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Capai 12.526

UPDATE 6 Juli: Tambah 231 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Capai 12.526

Megapolitan
306 ASN Pantau Aktivitas di 26 Pasar di Jakarta Selatan

306 ASN Pantau Aktivitas di 26 Pasar di Jakarta Selatan

Megapolitan
Muncul Saat Rekonstruksi di Rumahnya, John Kei Perankan Adegan Pimpin Rapat Penyerangan Nus Kei

Muncul Saat Rekonstruksi di Rumahnya, John Kei Perankan Adegan Pimpin Rapat Penyerangan Nus Kei

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X