Kompas.com - 06/06/2018, 20:48 WIB
Seorang pria bernama Nazarudin digiring dan dilaporkan ke polisi karena menyebarkan surat palsu untuk meminta tunjangan hari raya (THR) kepada warga di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018). DOK. CAMAT KEBAYORAN LAMA SAYID ALISeorang pria bernama Nazarudin digiring dan dilaporkan ke polisi karena menyebarkan surat palsu untuk meminta tunjangan hari raya (THR) kepada warga di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji meminta masyarakat melapor bila ada permintaan tunjangan hari raya (THR) yang mengatasnamakan instansinya. 

Dinas LH kini membuka hotline pengaduan masyarakat terkait hal tersebut.

"Silakan laporkan kepada kami melalui nomor telepon 8092744, jika masyarakat menemukan oknum yang minta-minta THR," ujar Isnawa, melalui keterangan tertulis, Rabu (6/6/2018).

Isnawa menyampaikan, permintaan THR yang dilakukan pegawai negeri sipil (PNS) gadungan bernama Nazarudin di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bukan pertama kalinya terjadi.

Baca juga: Mengaku PNS Kebayoran Lama, Seorang Pria Sebar Surat Minta THR

Kejadian serupa sering dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan memanfaatkan momen Ramadhan dan Lebaran.

"Surat permohonan THR palsu bukan merupakan perkara baru. Kejadian serupa sering terjadi menjelang hari raya di setiap tahunnya," kata Isnawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun Nazaruddin ditangkap pada Rabu sekitar pukul 11.30 WIB, karena mengedarkan surat palsu berisi permintaan THR untuk pasukan oranye.

Baca juga: Selain THR, PNS Gadungan di Kebayoran Lama Juga Minta Uang Kebersihan

Dia mengaku sebagai Kepala Dinas Kebersihan Kebayoran Lama Alek, yang sebenarnya tidak ada jabatan seperti itu.

Jajaran Kecamatan Kebayoran Lama dan polisi mengelabui Nazarudin dengan menyebut warga akan memberikan THR. Mereka janjian bertemu di Jalan Sultan Iskandar Muda.

Saat itulah Nazarudin ditangkap dan digiring ke Mapolsek Kebayoran Lama untuk dilaporkan ke polisi atas dugaan pemalsuan surat, kupon, dan stempel.

Baca juga: PNS Gadungan di Kebayoran Lama Edarkan Surat THR Sejak Awal Ramadhan

Saat ditangkap, Nazarudin mengantongi 134 kupon tanda pembayaran retribusi kebersihan lingkungan, satu lembar surat permohonan THR, dan satu stempel Dinas Kebersihan Kebayoran Lama.

Nazarudin kini ditahan di Mapolsek Kebayoran Lama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

Megapolitan
Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Megapolitan
Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Megapolitan
Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Megapolitan
Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Megapolitan
Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.