Ada 932 Bangunan yang Disegel di Pulau D Reklamasi

Kompas.com - 07/06/2018, 12:26 WIB
Bangunan di Pulau D Reklamasi, Jakarta Utara, yang disegel Pemprov DKI Jakarta, Kamis (7/6/2018).KOMPAS.com/ARDITO RAMADHAN Bangunan di Pulau D Reklamasi, Jakarta Utara, yang disegel Pemprov DKI Jakarta, Kamis (7/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyegel 932 bangunan yang berdiri di Pulau D hasil reklamasi, Jakarta Utara, Kamis (7/6/2018).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, 932 bangunan tersebut disegel karena tidak mempunyai izin mendirikan bangunan (IMB).

"Pemprov DKI Jakarta melakukan penyegelan atas seluruh bangunan yang terletak di atas tanah dimana hak pengolahan lahan daripada pemprov dki jakarta dan seluruh bangunan ini tidak memiliki ijin," kata Anies di lokasi.

Anies menyebut 932 bangunan tersebut terdiri dari 409 rumah, 212 bangunan rumah kantor (rukan), serta 313 unit rukan dan rumah tinggal yang disatukan.

Baca juga: Melihat Bangunan di Pulau D Reklamasi yang Akan Disegel Hari Ini

Ia menambahkan, penyegelan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum. Anies pun meminta masyarakat untuk menaati segala peraturan sebelum membangun sebuah proyek.

"Saya meminta kepada semuanya di dalam melakukan kegiatan pembangunan ikuti aturan, ikuti ketentuan. Jangan dibalik, jangan membangun dahulu baru mengurus izin," katanya.

Sekitar 300 petugas gabungan Satpol PP dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta melakukan penyegelan di Pulau D Reklamasi pagi tadi.

Baca juga: Ini Kejanggalan HGB Pulau D Menurut Para Penentang Reklamasi

Berdasarkan pantauan Kompas.com, proses penyegelan berlangsung kondusif. Kini, beberapa spanduk tampak terpasang di sejumlah bangunan di Pulau D.


Terkini Lainnya

Viral, Paus Fransiskus Menghindari Cincin di Tangannya Dicium

Viral, Paus Fransiskus Menghindari Cincin di Tangannya Dicium

Internasional
5 Fakta Kampanye Jokowi di Dumai dan Aceh, Jalan Kaki 1 Kilometer hingga Tunjukkan Plester di Tangan

5 Fakta Kampanye Jokowi di Dumai dan Aceh, Jalan Kaki 1 Kilometer hingga Tunjukkan Plester di Tangan

Regional
Amsterdam Segera Larang Tur Wisata ke Red Light District

Amsterdam Segera Larang Tur Wisata ke Red Light District

Internasional
Hari Keempat Kampanye Rapat Umum, Sandiaga Kunjungi Papua Barat

Hari Keempat Kampanye Rapat Umum, Sandiaga Kunjungi Papua Barat

Nasional
[POPULER NUSANTARA] Putra Wali Kota Risma Diperiksa di Polda Jatim | Belum Dilantik, Gubernur Maluku Tetap Dukung Jokowi Ma'ruf

[POPULER NUSANTARA] Putra Wali Kota Risma Diperiksa di Polda Jatim | Belum Dilantik, Gubernur Maluku Tetap Dukung Jokowi Ma'ruf

Regional
Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

Regional
Kritik Prabowo soal Indonesia Timur dan Respons Kubu Jokowi

Kritik Prabowo soal Indonesia Timur dan Respons Kubu Jokowi

Nasional
Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan 'Teroris'

Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan "Teroris"

Internasional
Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Internasional
Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Nasional
Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Regional
Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Regional
Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Nasional

Close Ads X