Jelang HUT DKI, Sandiaga Ziarah ke Makam MH Thamrin dan Ismail Marzuki

Kompas.com - 08/06/2018, 10:28 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di makam keluarga MH Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di makam keluarga MH Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ziarah ke makam MH Thamrin dan Ismail Marzuki di TPU Karet Bivak, Jumat (8/6/2018). Ziarah ini merupakan tradisi yang dilakukan menjelang HUT DKI pada 22 Juni.

Sandiaga menyebut kedua pahlawan nasional itu merupakan kebanggaan Jakarta.

"Baik pak Husni Thamrin maupun Ismail Marzuki adalah pahlawan-pahlawan yang bukan hanya memerdekakan Indonesia, membangun Kota Jakarta, tapi juga mengisi dengan langkah-langkah yang menggeliatkan ekonomi di wilayah Jakarta," kata Sandiaga di lokasi, Jumat pagi.

Sandiaga menceritakan, Muhammad Husni Thamrin berjasa besar di bidang perekonomian. Ia dulu sempat bertugas di Kantor Dagang hingga diangkat dalam struktur politik pada saat itu.

Baca juga: Hidayat Nur Wahid Usul HUT DKI Diperingati pada 22 Ramadhan, Ini Kata Anies

Adapun Ismail Marzuki, menurut Sandiaga masih amat relevan di zaman sekarang. Kreativitas Ismail Marzuki di dunia musik menginsipirasi musisi Indonesia.

"Beliau menciptakan banyak karya yang akhirnya bisa dinikmati sampai sekarang. Sepasang mata bola itu masih enak ya. Juwita malam masih enak didengar. Jali-jali. Adaptasi-adaptasi yang bisa diangkat oleh masing-masing seniman sekarang," kata Sandiaga.

Sandiaga menekankan pengabdian hidup kedua pahlawan ini dapat jadi teladan generasi masa kini. Ia berharap sosok keduanya dapat mengispirasi geliat ekonomi di Jakarta.

"Jadi terlihat bahwa memang kedua tokoh ini punya kedekatan satu dengan ekonomi riil perdagangan, satu lagi dengan ekonomi kreatif," ujar Sandiaga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei

Megapolitan
Pemkot Tertibkan Permukiman Liar di Sekitar Tumpukan Sampah di Bekasi Barat

Pemkot Tertibkan Permukiman Liar di Sekitar Tumpukan Sampah di Bekasi Barat

Megapolitan
Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Megapolitan
Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Megapolitan
KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Megapolitan
Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

Megapolitan
Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Megapolitan
Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Megapolitan
Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Megapolitan
Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X