Sandiaga: Pilkada Sudah April Lalu, "Come On Let's Move On"... - Kompas.com

Sandiaga: Pilkada Sudah April Lalu, "Come On Let's Move On"...

Kompas.com - 08/06/2018, 20:32 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno enggan menanggapi pandangan negatif warganet mengenai 40 masjid yang terpapar radikalisme.

Ada yang menyebut bahwa ada jejak pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga di masjid yang terpapar radikalisme itu.

Sandiaga pun menanggapinya dengan menegaskan Pilkada sudah lewat.

Baca juga: 40 Masjid Disusupi Paham Radikal, MUI Imbau Selektif Hadirkan Penceramah

"Sekarang sudah lewat masa memecah belah, sudah, pilkadanya sudah bulan April lalu, so 2017. Come on let's move on," ujar Sandiaga di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018).

"Sekarang sudah 2018, zaman now, pilkada (sudah) zaman old," tambah dia.  

Terkait isu tersebut, Sandiaga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta fokus membina masjid-masjid.

Baca juga: Ketua MPR: Saya Gak Setuju Isu Masjid Radikal, Mana Ada Masjid Radikal!!

Dia juga mau meningkatkan ekonomi di sekitar masjid.

"Karena setiap ada masjid pasti ada limpahan ekonomi, Islam itu rahmatan lil alamin menebar manfaat. Ini yang merasakan masyarakat di sekitar," ujar Sandiaga.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengundang 42 tokoh praktisi sosial, budaya, pendidikan, dan agama untuk berdiskusi.

Baca juga: Sandiaga Tak Akan Ungkap 40 Masjid yang Disusupi Paham Radikal

Dalam diskusi itu, Jokowi diberi tahu tentang paham radikalisme di masjid.

Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra mengungkapkan, awalnya topik tersebut dicetuskan salah satu tamu, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid.

"Mbak Alissa mengatakan, sekitar 40 masjid yang dia survei di Jakarta itu penceramahnya radikal, dia mengajarkan intoleransi dan radikalisme," ujar Azyumardi, usai pertemuan.


Terkini Lainnya

5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali 'Pertunjukan' hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali "Pertunjukan" hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

Regional
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

Regional
Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Nasional
7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

Megapolitan
Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Regional
Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Nasional
Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Regional
Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Megapolitan
Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Regional
KRL Jakarta Kota-Bekasi Alami Gangguan karena Operasional Kereta Barang

KRL Jakarta Kota-Bekasi Alami Gangguan karena Operasional Kereta Barang

Megapolitan
Senat AS Setuju Hentikan Bantuan Militer ke Saudi untuk Konflik Yaman

Senat AS Setuju Hentikan Bantuan Militer ke Saudi untuk Konflik Yaman

Internasional
Banjir di Kota Bandung, Sopir Taksi Online Terjebak di Mobil dan Diselamatkan Warga

Banjir di Kota Bandung, Sopir Taksi Online Terjebak di Mobil dan Diselamatkan Warga

Regional
Tawuran Antar Pelajar di Sawah Besar, Satu Orang Tewas

Tawuran Antar Pelajar di Sawah Besar, Satu Orang Tewas

Megapolitan
Kapolri: Fokus Kami dalam Bidang Terorisme adalah Penelusuran Aspek Pendanaan

Kapolri: Fokus Kami dalam Bidang Terorisme adalah Penelusuran Aspek Pendanaan

Nasional
ISIS Klaim Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg adalah Tentaranya

ISIS Klaim Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg adalah Tentaranya

Internasional

Close Ads X