Koalisi Pejalan Kaki: Anies-Sandi Melempem kalau Bicara Trotoar

Kompas.com - 09/06/2018, 12:09 WIB
Kondisi Pasar Tanah Abang Kian Semrawut. Para pedagang kaki lima mengokupasi hampir seluruh trotoar di Tanah Abang. Tidak ada penindakan dari petugas Satpol PP DKI Jakarta, Rabu (6/6/2018). Kompas.com/David Oliver PurbaKondisi Pasar Tanah Abang Kian Semrawut. Para pedagang kaki lima mengokupasi hampir seluruh trotoar di Tanah Abang. Tidak ada penindakan dari petugas Satpol PP DKI Jakarta, Rabu (6/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tidak serius membenahi fasilitas pejalan kaki di Jakarta.

Hal itu, kata Alfred, terlihat dari kondisi trotoar yang kian semrawut karena okupasi para pedagang kaki lima (PKL). Alfred mengatakan, Anies-Sandi sangat serius untuk menyegel bangunan di pulau reklamasi, tetapi tidak berani menindak PKL yang mengokupasi trotoar di Jakarta.

"Saya apresiasi Pak Gubernur ya yang berani menyegel pulau reklamasi, tapi urusan trotoar seakan-akan itu jauh dari sentuhan bahwa trotoar itu ada regulasinya. Jadi seperti tidak bertuan. Jadi sangat bertimbal balik ketika bicara trotoar, Pak Gubernur dan Wagub melempem seperti kerupuk yang sudah masuk angin," kata Alfred saat dihubungi, Jumat (8/6/2018).

Baca juga: Menanti Ketegasan Pemprov DKI Tertibkan PKL yang Kuasai Trotoar


Ia mengatakan, seharusnya Anies dan Sandi sama serius dalam menata dan menertibkan fasilitas bagi pejalan kaki. Apalagi, pada Agustus mendatang, Jakarta akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Anies, kata Alfred, punya kesempatan untuk membenahi trotoar di Jakarta sebelum Asian Games berlangsung.

"Dalam waktu dekat kan akan jadi tuan rumah Asian Games, apakah kita biarkan kota ini menjadi kota barbarian," ujar Alfred.

Sejumlah trotoar di Jakarta seperti di kawasan Tanah Abang, Jatinegara, dan Stasiun Kebayoran kian semrawut. PKL sangat leluasa berdagang di trotoar.

Para pejalan kaki terpaksa mengalah dan berjalan di badan jalan, berebutan dengan mobil dan sepeda motor. Hal itu tentu membahayakan keselamatan para pejalan kaki.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kader Gerindra Tasikmalaya dan FPI Riau Didakwa Lakukan Kekerasan terhadap Aparat

Kader Gerindra Tasikmalaya dan FPI Riau Didakwa Lakukan Kekerasan terhadap Aparat

Megapolitan
Pelajar SMP di Bekasi Tewas Terlindas Truk

Pelajar SMP di Bekasi Tewas Terlindas Truk

Megapolitan
Ganjil Genap Diperluas, Jalur Alternatif Macet

Ganjil Genap Diperluas, Jalur Alternatif Macet

Megapolitan
Polisi Gugur Setelah Terjatuh ke Lubang Pompa Air Saat Olah TKP Pencurian Motor

Polisi Gugur Setelah Terjatuh ke Lubang Pompa Air Saat Olah TKP Pencurian Motor

Megapolitan
Polisi Sebut Tidak Ada Peserta Aksi Unjuk Rasa di KPK yang Diamankan

Polisi Sebut Tidak Ada Peserta Aksi Unjuk Rasa di KPK yang Diamankan

Megapolitan
Kawanan Monyet Berkeliaran di Jalanan Pantai Indah Kapuk

Kawanan Monyet Berkeliaran di Jalanan Pantai Indah Kapuk

Megapolitan
Dinkes DKI Akan Pastikan Sebab Kematian Anak yang Diduga Keracunan PM-TAS

Dinkes DKI Akan Pastikan Sebab Kematian Anak yang Diduga Keracunan PM-TAS

Megapolitan
Perkosa Siswi SD, Pria 61 Tahun Ditangkap

Perkosa Siswi SD, Pria 61 Tahun Ditangkap

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Timur Sebut Trotoar di Median Jalan Kalimalang Perlu Dikaji

Wali Kota Jakarta Timur Sebut Trotoar di Median Jalan Kalimalang Perlu Dikaji

Megapolitan
Siswa Pemukul Temannya di SDN Pekayon Jaya 3 Tidak Diskors

Siswa Pemukul Temannya di SDN Pekayon Jaya 3 Tidak Diskors

Megapolitan
Tak Mau Diperiksa, Pengendara Kabur dengan Polisi Bergelayut di Kap Mobil

Tak Mau Diperiksa, Pengendara Kabur dengan Polisi Bergelayut di Kap Mobil

Megapolitan
Pemprov DKI: Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang Dibangun Operator Tol Becakayu

Pemprov DKI: Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang Dibangun Operator Tol Becakayu

Megapolitan
Penjelasan Pihak SD di Bekasi soal Video Pemukulan Seorang Siswa kepada Teman-temannya

Penjelasan Pihak SD di Bekasi soal Video Pemukulan Seorang Siswa kepada Teman-temannya

Megapolitan
Seorang Anak Diduga Tewas karena Keracunan PM-TAS, Dinkes DKI Evaluasi SOP Penyiapan Makanan

Seorang Anak Diduga Tewas karena Keracunan PM-TAS, Dinkes DKI Evaluasi SOP Penyiapan Makanan

Megapolitan
Pemprov DKI Tetap Potong Kabel Utilitas meski Dilaporkan ke Ombudsman

Pemprov DKI Tetap Potong Kabel Utilitas meski Dilaporkan ke Ombudsman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X