690 dari 1.680 Bus Mudik di Jakarta Tak Lolos Uji Kelaikan

Kompas.com - 10/06/2018, 16:38 WIB
Lonjakan penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mulai terlihat, Jumat (8/6/2018)STANLY RAVEL Lonjakan penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mulai terlihat, Jumat (8/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, saat ini sudah ada 1.680 bus di seluruh terminal Ibu Kota yang diuji kelaikannya.

 

Sebanyak 990 bus dinyatakan lolos uji kelaikan, sementara 690 bus tidak lolos uji kelaikan.

"Tetapi yang tidak lolos ini banyak yang (lolos) bersyarat, artinya (bus) tidak lolos bukan dari unsur utama, tetapi karena tidak ada alat pemecah kaca, lalu kami meminta untuk melengkapi. Tapi jika (bus) tidak lolos (uji kelaikan) dari segi unsur utama, kami tidak bisa memberangkatkan ( mudik)," ujar Andri kepada wartawan, di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (10/6/2018). 

Baca juga: 13 Bus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Belum Lulus Uji Kelaikan

Uji kelaikan kendaraan melalui beberapa tahapan.

Tahapan pertama adalah tes administrasi yang meliputi pemeriksaan SIM, STNK, dan buku KIR pengemudi.

Proses selanjutnya adalah pengecekan unsur utama yang meliputi sistem pengereman, ban, kaca, dan wiper mobil.

Baca juga: Menhub: Periode Mudik, Tingkat Kelaikan Bus Baru 50 Persen

Setelah itu, pengecekan unsur pendukung seperti gas emisi. 

Selain uji kelaikan, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan tes kesehatan kepada sopir-sopir yang akan memberangkatkan mudik.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan tes kesehatan kepada sopir utama, sopir cadangan, dan awak bus lainnya.

Baca juga: Jelang Lebaran, Menhub Akan Kandangkan Bus yang Belum Uji Kelaikan

Hal ini bertujuan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kondisi kesehatan pengemudi bus.


Terkini Lainnya

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Megapolitan
Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Regional
Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Nasional
Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Megapolitan
Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Internasional
Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Regional
Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Nasional
Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Regional
Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Regional
Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Regional
Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Nasional
Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Regional
Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

Megapolitan
KPU Ende Temukan 9.006 Surat Suara Rusak, Ini Penyebabnya

KPU Ende Temukan 9.006 Surat Suara Rusak, Ini Penyebabnya

Regional

Close Ads X