Praktis, Alasan Pengendara Motor Ikuti Mudik Gratis dengan Kapal

Kompas.com - 11/06/2018, 10:30 WIB
Peserta program mudik gratis Kementerian Perhubungan tengah menunggu keberangkatan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (11/6/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPeserta program mudik gratis Kementerian Perhubungan tengah menunggu keberangkatan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (11/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Program mudik gratis bagi pemotor menggunakan kapal laut yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan, mendapat sambutan positif dari para pesertanya.

Sejumlah peserta yang ditemui Kompas.com, Senin (11/6/2018) menyatakan, mereka memilih mudik dengan kapal laut ketimbang naik motor karena lebih cepat dan praktis.

"Kalau naik kapal katanya 12 jam sudah sampai Semarang. Buat saya lumayan banget karena kita tinggal duduk doang, kalau pakai motor capek, itu juga belum tentu 12 jam sampai," kata Ridho, pemudik yang hendak ke Semarang.

Baca juga: Pengendara Motor Diimbau Ikut Mudik Gratis Naik Kapal di Tanjung Priok

Ia mengatakan, perjalanan menuju Semarang biasanya dapat menghabiskan waktu lebih dari 12 jam. Selain itu, ia mengakui perjalanan menggunakan motor jauh lebih melelahkan.

"Wah, kalau naik motor saya bisa banyak berhentinya. Kadang malah jadi enggak puasa. Capek banget soalnya, tahu kan Pantura panasnya kayak apa," kata dia.

Sementara itu, pemudik lain bernama Taufik memilih mengikuti program mudik gratis tersebut karena bisa membawa serta sepeda motornya.

Sesampainya di Semarang, Taufik dan istrinya berencana melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor ke kampung halamannya di Jepara.

Baca juga: Hari Ini Kemenhub Berangkatkan 1.682 Peserta Mudik Gratis Kapal Laut Via Tanjung Priok

"(Bisa muat motor) Ibaratnya kan kita baru mulai perjalanan di Semarang. Jadi, lumayan lah hemat tenaga, hemat biaya bensin juga. Macet-macet di Pantura juga sudah berkurang lah," kata dia.

Dalam program tersebut, sepeda motor milik para pemudik memang dijadwalkan tiba bersamaan dengan kapal para pemudik, sehingga mereka bisa langsung melanjutkan perjalanannya menggunakan sepeda motor.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

Megapolitan
Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Megapolitan
Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Megapolitan
Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Megapolitan
Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Megapolitan
Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Megapolitan
THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Megapolitan
Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Megapolitan
Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Megapolitan
Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Megapolitan
171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

Megapolitan
Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Megapolitan
Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X