Jual Daging Sapi di Bawah Rp 100.000/Kg, Toko Dharma Jaya Diserbu Pembeli

Kompas.com - 11/06/2018, 14:25 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Dirut PD Dharma Jaya Johan Romdhoni (kiri) di Kantor PD Dharma Jaya, Senin (11/6/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Dirut PD Dharma Jaya Johan Romdhoni (kiri) di Kantor PD Dharma Jaya, Senin (11/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Toko daging milik PD Dharma Jaya (DJ Meatshop) yang terletak di kantor perusahaan itu di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, ramai dipadati pembeli Senin (11/6/2018) siang. Kasir yang biasanya hanya satu, kini ditambah satu orang lagi lagi untuk melayani pembeli.

Beberapa orang membeli daging sapi dalam jumlah dua kilogram atau kurang. Namun lebih banyak pembeli yang membeli hingga beberapa kilogram.

Teti, warga Pulogadung, Jakarta Timur misalnya memborong hingga 10 kilogram daging sapi berbagai potongan serta jeroan.

"Mau masak buat seminggu Lebaran. Banyak yang nitip juga," kata Teti di lokasi.

Baca juga: Sidak ke Pasar Senen, Sandiaga Temukan Harga Daging Sapi Naik

Daging yang dijual di toko itu memang jauh lebih murah dari yang ada di pasar tradisional. Untuk potongan paha belakang yang jadi favorit misalnya, harga daging beku Rp 89.000 sedangkan daging segar Rp 98.000 per kilogram. Di pasar-pasar tradisional harganya sudah mencapai kisaran Rp 120.000 hingga Rp 130.000.

Dirut PD Dharma Jaya Johan Romadhon mengatakan sudah seminggu terakhir tokonya dipadati warga. Pihaknya akan terus membuka hingga H-2 Lebaran.

"Kami baru libur tanggal 14-21 Juni," kata Johan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kivlan Tuding Wiranto Korupsi Rp 10 Miliar Dana PAM Swakarsa

Kivlan Tuding Wiranto Korupsi Rp 10 Miliar Dana PAM Swakarsa

Megapolitan
Anies Ogah Komentar soal Penebangan Pohon demi Revitalisasi Monas

Anies Ogah Komentar soal Penebangan Pohon demi Revitalisasi Monas

Megapolitan
[VIDEO] Menelusuri Keberadaan Kafe Khayangan Tempat Eksploitasi Seksual Anak di Gang Royal

[VIDEO] Menelusuri Keberadaan Kafe Khayangan Tempat Eksploitasi Seksual Anak di Gang Royal

Megapolitan
Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Megapolitan
Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Megapolitan
Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Megapolitan
Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Megapolitan
Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Megapolitan
Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Megapolitan
Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Megapolitan
MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

Megapolitan
Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Megapolitan
Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X