Warga Antre Daging, Dirut Dharma Jaya Diminta Berkoordinasi Lebih Baik

Kompas.com - 11/06/2018, 15:53 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Dirut PD Dharma Jaya Johan Romdhoni (kiri) di Kantor PD Dharma Jaya, Senin (11/6/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Dirut PD Dharma Jaya Johan Romdhoni (kiri) di Kantor PD Dharma Jaya, Senin (11/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta Direktur Utama PD Dharma Jaya yang baru, Johan Romdhoni, berkoordinasi lebih baik lagi dengan pihak-pihak terkait. Sandiaga tak mau lagi ada ibu-ibu mengantre daging subsidi di pasar hingga berjam-jam, bahkan sejak subuh.

"Kemarin yang kunjungan di Pasar Kebayoran Lama yang melihat ada kurang itu, itu karena koordinasi daripada permintaan yang ternyata sangat membludak," kata Sandiaga di Kantor PD Dharma Jaya, Cakung, Senin (11/6/2018).

Menurut Sandiaga, kesalahan ada pada perbedaan angka proyeksi kebutuhan dengan yang disediakan. Ia meminta Johan agar memanajemen permintaan ditata lebih baik lagi.

Baca juga: Jual Daging Sapi di Bawah Rp 100.000/Kg, Toko Dharma Jaya Diserbu Pembeli

"Saya sudah instruksikan di tempat kita untuk Pak Dirut tambah dua line lagi sehingga kita nanti outsource lagi kalau ada permintaan, antisipasi yang penerima KJP dan KJP plus tidak merugikan yang sudah antre dari jam 04.00 pagi tapi tidak dapat pasokan dari daging sapi dan ayam juga," ujar Sandiaga.

Dirut PD Dharma Jaya Johan Romdhoni mengamini lonjakan permintaan menjelang Lebaran itu sebagai anomali. Namun ia memastikan masalah itu kini sudah teratasi.

"Kemarin ada lonjakan 30 ton per hari. Sekarang sudah mulai teratasi dan tidak ada lagi ketersendatannya," kata Johan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X