Bagaimana Sistem Pembuangan Limbah Toilet Pesawat?

Kompas.com - 12/06/2018, 15:20 WIB
Ilustrasi pesawatrebelcircus.com Ilustrasi pesawat

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Anda yang pernah bepergian dengan pesawat penumpang, tentu tak akan bingung saat hendak buang air selama perjalanan.

Sebab, pesawat-pesawat penumpang dilengkapi dengan toilet atau lavatory.

Namun, pernahkah terbesit pada pikiran Anda pertanyaan mengenai ke mana limbah toilet tersebut dibuang?

Cabin Engineer Garuda Maintenance Facilities (GMF) Aero Asia Aulia Athar mengatakan, limbah lavatory pesawat ini tak sembarang dialirkan.

Menurut dia, ada dua sistem dalam pengolahan limbah lavatory pesawat. Untuk pesawat besar, biasanya lavatory menggunakan vaccum system.

Sementara itu, untuk pesawat kecil, menggunakan recirculating system.

Vaccum system

Aulia mengatakan, sistem vakum digunakan dalam beberapa pesawat penumpang, salah satunya Boeing 737-800 berkapasitas 162 penumpang milik Garuda Indonesia.

Menurut dia, pesawat tipe ini memiliki tangki khusus untuk menyimpan limbah lavatory selama penerbangan.

"Lavatory ini berfungsi untuk fasilitas penumpang untuk buang air besar dan buang air kecil. Jadi kalau secara fungsi ya sama dengan yang di rumah kita. Untuk kotorannya sendiri sama seperti yang di rumah kita, dia punya septic tank. Ada penampungan namanya waste tank (penampung limbah)," ujar Aulia saat ditemui Kompas.com, Senin (11/6/2018).

Aulia mengatakan, waste tank ini disimpan di bagian bawah pesawat, tepatnya di belakang kargo.

Baca juga: Kotoran Manusia Diduga Jatuh dari Pesawat dan Timpa Mobil di Kanada

Dalam sistem vakum, kotoran manusia akan dihisap dengan perangkat khusus sehingga akan masuk ke dalam tangki penampungan limbah.

"Jadi untuk mengalirkan kotoran ke tanki tidak menggunakan sistem menyiram atau flush dengan air. Ketika tombol flush ditekan, akan ada sedikit sekali air disemprotkan, lalu selanjutnya akan dihisap ke dalam tangki," paparnya.

Lubang pembuangan limbah lavatory Boeing 737- 800 berkapasitas 162 penumpang milik Garuda Indonesia. KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA Lubang pembuangan limbah lavatory Boeing 737- 800 berkapasitas 162 penumpang milik Garuda Indonesia.

Untuk mempermudah proses penghisapan, lanjut dia, dinding closet lavatory dibuat dengan bahan teflon yang anti-lengket.

Dengan demikian, saat penghisapan kotoran dilakukan, tidak akan menyisakan kotoran di dinding kloset.

Menurut Aulia, tangki penyimpanan limbah di Boeing 737-800 ini dapat digunakan untuk lebih kurang lima jam perjalanan.

Pesawat ini juga memiliki tangki khusus untuk menyimpan air bersih yang biasa digunakan untuk keperluan lavatory hingga galley (dapur) pesawat.

Waste kotoran dalam tanki akan disedot dengan lavatory truk setiap kali landing (mendarat).

Recirculating system

Aulia menyebut, recirculating system biasanya digunakan untuk proses lavatory di pesawat-pesawat kecil.

"Dia mengolah lagi air (limbah lavatory) yang ada di situ untuk diolah lagi menjadi air flush," ujar Aulia.

Baca juga: Melihat Proses Pembuangan Kotoran dari Toilet Kapal Ternak PT Pelni

Menurut dia, dalam penampungan limbah toilet tersebut dimasukkan cairan desinfektan berwarna biru bernama Skykem.

"Nanti limbah dijadikan cairan bening lagi untuk digunakan kembali untuk keperluan saat penerbangan," kata dia.

Lavatory Boeing 737- 800 berkapasitas 162 penumpang milik Garuda Indonesia. KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA Lavatory Boeing 737- 800 berkapasitas 162 penumpang milik Garuda Indonesia.
Aulia juga menyampaikan, pesawat kecil tidak memiliki tangki sebesar pesawat besar. Limbah ditampung ke dalam penampungan yang langsung tersambung di bawah kloset.

Jika dalam vaccum system tak dilakukan proses flush dengan air, dalam sistem ini flush kotoran mirip dengan kloset di toilet pada umumnya.

"Nantinya begitu landing limbah tetap disedot dengan lavatory truk namun sudah dalam bentuk cairan," kata dia.


Terkini Lainnya

Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Internasional
Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Nasional
Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Regional
Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Regional
Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] ISIS Tembak Mati SDF | Israel Serang Hamas

[POPULER INTERNASIONAL] ISIS Tembak Mati SDF | Israel Serang Hamas

Internasional
Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga 'Error' Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga "Error" Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Nasional
Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Regional
Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Megapolitan
Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Regional
Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Nasional
Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Megapolitan

Close Ads X