385 Petugas Gabungan Dikerahkan untuk Tertibkan Kawasan Jatinegara

Kompas.com - 12/06/2018, 16:55 WIB
Sebanyak 385 personel gabungan siap tertibkan kawasan Jatinegara, Selasa (12/6/2018). STANLY RAVELSebanyak 385 personel gabungan siap tertibkan kawasan Jatinegara, Selasa (12/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemkot Jakarta Timur, Selasa (12/6/2018), mengadakan apel gelar pasukan pengawasan pengendalian dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) untuk menertibkan kawasan Jatinegara yang biasa dipenuhi pedagang musiman saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan itu rutin dilakukan untuk menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Penertiban Umum (Tibum) guna menciptakan suasana tertib sehingga masyarakat dapat menikmati lalu lintas yang lancar.

"Kami gelar operasi gabungan untuk menjaga ketertiban pasar tumpah yang sudah menjadi tradisi para pedagang di kawasan Jatinegara," kata Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana usai memimpin apel di Kantor Kecamatan Jatinegara, Selasa.

Baca juga: Satpol PP Tertibkan PKL di Trotoar di Jatinegara


Bambang menjelaskan, ia tidak melarang para pedagang berjualan. Namun tempat mereka , akan dibatasi guna menjaga ketertiban, terutama di wilayah di depan Stasiun Jatinegara.

Para pedagang tetap boleh berjualan, tetapi tidak boleh sampai mendirikan lapak hingga ke lajur busway.

"Tahun ini beda, jadi bila tahun lalu para pedagang sampai menutup jalur busway, maka sekarang kami batasi tidak sampai ke sana agar lalu lintas transjakarta tetap bisa beroperasi. Nanti saat malam takbir, Pak Wagub juga akan datang meninjau," kata dia.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur Hartono Abdullah mengatakan, jumah personel kali ini ditambah dari tahun sebelumnya.

"Tahun lalu kami terjunkan sekitar 300 personel, saat ini kita tambah jadi 385 personel dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, Dishub, Damkar, Satpol PP, dan Kesehatan," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

Megapolitan
Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Megapolitan
Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Megapolitan
Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Megapolitan
Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Megapolitan
Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Megapolitan
Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Megapolitan
Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Megapolitan
Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Megapolitan
Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Megapolitan
Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Megapolitan
Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X