Kembali Padat, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang dari Km 29-Km 60

Kompas.com - 13/06/2018, 07:49 WIB
Penyempitan jalan dari kondisi normal di KM 38 menjadi penyebab kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (9/6/2018).KOMPAS.com/Farida Farhan Penyempitan jalan dari kondisi normal di KM 38 menjadi penyebab kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (9/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Arus mudik kendaraan pribadi yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (13/6/2018), terpantau masih cukup padat.

Guna mencairkan kepadatan, PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk memperpanjang contraflow dari km 29 sampai dengan km 61+500 arah Cikampek.

Baca juga: Tol Jakarta-Cikampek Padat, Contraflow Kembali Diberlakukan

"Upaya ini dilakukan untuk menghindari kepadatan jelang akses masuk rest area km 33, km 39, km 50, dan km 57, serta bottleneck Km 37+800," kata Customer and Employee Relations Manager Jasa Marga Faiza Riani, dalam keterangan resminya, Rabu pagi.

Rekayasa lalu lintas lawan arah itu atas diskresi kepolisian dilakukan sejak pukul 06.36 WIB.

Guna mendukung kelancaran contraflow Jasa Marga menyiagakan petugas pengaturan lalu lintas dan penyiapan rambu-rambu.

Baca juga: Lagi, Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek Siang Ini

Pada Selasa (12/6/2018) malam, ruas Jakarta-Cikampek juga mengalami peningkatan volume kendaraan akibat penyempitan pada KM 37+800 dekat rest area KM 39.

Jasa Marga memberlakukan contraflow dari KM 35+600 hingga Km 46 mulai pukul 23.35 WIB.

Kompas TV Kakorlantas Mabes Polri menginstruksikan pemberlakuan sistem lawan arus atau contraflow guna memecah kepadatan di exit Tol Cibatu.

 


Terkini Lainnya

Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

Regional
Kritik Prabowo soal Indonesia Timur dan Respons Kubu Jokowi

Kritik Prabowo soal Indonesia Timur dan Respons Kubu Jokowi

Nasional
Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan 'Teroris'

Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan "Teroris"

Internasional
Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Internasional
Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Nasional
Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Regional
Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Regional
Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] ISIS Tembak Mati SDF | Israel Serang Hamas

[POPULER INTERNASIONAL] ISIS Tembak Mati SDF | Israel Serang Hamas

Internasional
Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga 'Error' Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga "Error" Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Nasional
Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Regional
Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Megapolitan

Close Ads X