Di Gerbang Tol Cikunir Tak Bergerak, Pemudik Gunakan Jalur Alternatif

Kompas.com - 13/06/2018, 09:41 WIB
Pekerja menunjukkan kartu pembayaran elektronik tol (E-Toll) yang dijual di pintu gerbang Tol Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/10/2017). Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Perbankan akan memberikan diskon untuk pembelian kartu perdana elektronik tol selama 16 - 31 Oktober 2017.ANTARA FOTO/RISKY ANDRIANTO Pekerja menunjukkan kartu pembayaran elektronik tol (E-Toll) yang dijual di pintu gerbang Tol Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/10/2017). Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Perbankan akan memberikan diskon untuk pembelian kartu perdana elektronik tol selama 16 - 31 Oktober 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com — Arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengalami kemacetan pada H-2 Lebaran, Rabu (13/6/2018) pagi. Akibatnya, sejumlah pemudik memilih menggunakan jalur alternatif.

Salah satu pemudik yang menggunakan jalur alternatif adalah Restu Widayati. Pemudik yang tengah menuju Semarang itu memilih keluar dari jalan tol dan menggunakan jalan arteri sebagai alternatif.

"Tadi saya berhenti total sekitar 30 menit di Tol Cikunir, enggak bergerak 2,5 kilometer akhirnya saya pilih keluar Kalimalang dan lewat jalur perumahan," kata Restu saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Jasa Marga Beri Diskon Tol dan Imbau Pemudik Hindari Tol Cikunir

Berbekal aplikasi penunjuk jalan, Restu melewati jalur arteri yang melalui beberapa kawasan di Bekasi, seperti Pengasinan dan Mustika Jaya.

Ia menuturkan, jalur tersebut terbilang cukup aman dan nyaman bagi pemudik. Dan yang terpenting, lalu lintasnya lebih lancar.

"Saya mengikuti Google Maps saja sih ini, tapi jalurnya enak, kok. Lebih lancar, lalu jalannya juga lebar dan halus, nyamanlah buat pemudik," kata dia.

Adapun kemacetan di Tol Cikunir dinilai Restu sebagai akibat tidak tertibnya pengendara.

Baca juga: JLJ Siapkan Skenario Jika Simpang Susun Cikunir Tersendat

Sebab, banyak pengendara yang melaju di sisi kanan jalan yang menuju pintu interchange di sisi kiri jalan. Akibatnya, kendaraan yang menumpuk menutup akses jalan.

"Itu pengendara yang di sebelah kanan maunya langsung ke luar di ujung sehingga menutup jalan. Kalau ada petugas yang mengarahkan saya kira enggak akan begitu macet," kata dia.


Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Putra Wali Kota Risma Diperiksa di Polda Jatim | Belum Dilantik, Gubernur Maluku Tetap Dukung Jokowi Ma'ruf

[POPULER NUSANTARA] Putra Wali Kota Risma Diperiksa di Polda Jatim | Belum Dilantik, Gubernur Maluku Tetap Dukung Jokowi Ma'ruf

Regional
Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

Regional
Kritik Prabowo soal Indonesia Timur dan Respons Kubu Jokowi

Kritik Prabowo soal Indonesia Timur dan Respons Kubu Jokowi

Nasional
Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan 'Teroris'

Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan "Teroris"

Internasional
Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Internasional
Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Nasional
Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Regional
Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Regional
Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] ISIS Tembak Mati SDF | Israel Serang Hamas

[POPULER INTERNASIONAL] ISIS Tembak Mati SDF | Israel Serang Hamas

Internasional
Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga 'Error' Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga "Error" Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Nasional
Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Regional
Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

Nasional

Close Ads X