Masyarakat Jakarta Diminta Tak Masuk Tol Dalam Kota Saat Arus Cikarang-Cawang Padat

Kompas.com - 14/06/2018, 16:06 WIB
Kapolri Jendeal Tito Karnavian memberikan imbauan larangan adanya gelaran konvoi pada malam takbiran yang diprediksi terjadi pada Kamis (14/6/2018). RIMA WAHYUNINGRUMKapolri Jendeal Tito Karnavian memberikan imbauan larangan adanya gelaran konvoi pada malam takbiran yang diprediksi terjadi pada Kamis (14/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat Jakarta untuk tidak menggunakan tol dalam kota saat arus tol Cikarang Utama menuju Cawang terpantau padat.

"Begitu terjadi banyak (kendaraan), maka semua pintu tol dalam kota tidak boleh ada yang lewat, silahkan lewat samping aja karena penduduk Jakarta sedang berkurang," kata Tito di Polda Metro Jaya, Kamis (14/6/2018).

Baca juga: H-3 Lebaran, Kendaraan yang Melintasi Gerbang Tol Cikarang Utama Naik 206 Persen

Ia memprediksi, akan ada kemacetan di gerbang tol Cikarang Utama pada arus balik nanti. Akibatnya, akan ada pengalihan arus ke arah Pantura.

Tol dalam kota akan difungsikan sebagai pengurai arus di Cikarang Utama ke beberapa kawasan Jakarta seperti Warung Buncit, Cawang, Priok, Cempaka Putih dan lainnya.

Baca juga: H-8 hingga H-5 Lebaran, 361.495 Kendaraan Keluar Jakarta Lewat GT Cikarang Utama

"Untuk menguras keluar begitu pantauan di Cikarang Utama berkurang, maka boleh menggunakan jalan tol masuk," katanya.

Selanjutnya, Tito berharap agar polisi yang bertugas bisa bertanggung jawab dalam menangani peningkatan jumlah kendaraan pemudik di Cikarang Utama menuju Jakarta pada arus balik nanti.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei

Megapolitan
Pemkot Tertibkan Permukiman Liar di Sekitar Tumpukan Sampah di Bekasi Barat

Pemkot Tertibkan Permukiman Liar di Sekitar Tumpukan Sampah di Bekasi Barat

Megapolitan
Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Megapolitan
Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Megapolitan
KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Megapolitan
Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

Megapolitan
Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Megapolitan
Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Megapolitan
Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Megapolitan
Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X