Melihat Tanah Kosong Bakal Waduk Lebak Bulus yang Masih Mangkrak...

Kompas.com - 16/06/2018, 15:50 WIB
Lahan kosong milik pemerintah di RT 014 RW 004 Kelurahan Cilandak Barat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaLahan kosong milik pemerintah di RT 014 RW 004 Kelurahan Cilandak Barat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pagi tadi, Sabtu (16/6/2018), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti kegiatan halalbihalal di Makam Wakaf Muslim Cilandak Barat, yang terletak di Jalan Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dalam acara tersebut Ketua RW 004 Kelurahan Cilandak Barat, Haji Mursyid, mengungkapkan aspirasi masyarakat ke orang nomor satu di Ibu Kota itu.

Menurut dia, warga meminta Anies segera menyelesaikan pembangunan Waduk Lebak Bulus yang prosesnya terhambat selama beberapa tahun.

Warga bahkan mengaku bersedia jika sebuah masjid yang berdiri di lahan tersebut dipindahkan agar pembangunan lekas dimulai.

Menanggapi hal ini, Anies mengaku terkesan dengan sikap warga yang bersedia membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mempercepat pembangunan.

Baca juga: Kepada Anies, Warga Minta Waduk Lebak Bulus Segera Diselesaikan

Lalu, seperti apa rupa lahan yang akan dibangun Waduk Lebak Bulus tersebut?

Lahan tersebut terletak di RT 014 RW 004, Kelurahan Cilandak Barat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Lokasinya tak jauh dari makam yang dikunjungi Anies, untuk mengikuti acara halalbihalal.

Untuk menuju lahan tersebut, harus melalui gang-gang kecil karena lokasinya yang berada di balik deretan rumah warga RT 014.

Masuk melalui gang di sisi barat, hal pertama yang dilihat adalah sebuah papan nama bertuliskan " Tanah Negara".

Berjalan ke arah selatan, terlihat pagar besi jenis British Reinforced Concrete (BRC) mengelilingi sebidang tanah kosong tersebut.

Di dekat pagar berdiri sebuah masjid bernama Darul Ihsan. Seorang marbot masjid, Mizan, mengatakan, masjid yang dipimpin oleh Haji Mansyur ini merupakan masjid wakaf yang telah sepakat untuk dipindahkan jika pembangunan waduk akan dimulai.

Di sisi kanan dan kiri lahan, berdiri bedeng-bedeng yang merupakan tempat pengumpulan sampah. Lahan ini juga dikelilingi dengan aliran Sungai Krukut.

Mizan yang telah 12 tahun menjadi marbot masjid tersebut mengatakan, wacana pembangunan waduk sudah kerap ia dengar. Namun, hingga kini, pembangunan tak kunjung dimulai.

Masih menurut Mizan, dirinya telah berulang kali melihat pegawai Pemprov DKI datang ke lokasi tersebut untuk melakukan peninjauan.

"Saya sering lihat dulu. Tapi, setelah ganti Gubernur ini, sudah tidak ada lagi (pegawai pemprov) yang menjenguk," kata dia.

Baca juga: Pembebasan Lahan Waduk di Jakarta Dikebut

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RT 014 Ahmadi. Menurut dia, para pegawai Pemprov DKI Jakarta telah berulang kali melayangkan izin kepadanya saat ingin memasuki kawasan tersebut.

Ditemui secara terpisah, Ketua RW 004 Mursyid mengatakan, pembangunan waduk belum juga dimulai karena terkendala pembebasan lahan.

Sungai yang mengitari lahan kosong milik pemerintah di RT 014 RW 004 Kelurahan Cilandak Barat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2018).Kompas.com/Sherly Puspita Sungai yang mengitari lahan kosong milik pemerintah di RT 014 RW 004 Kelurahan Cilandak Barat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2018).

"Itu kan sudah ada sekitar 1,5 hektar lahan yang dibebaskan dari rencana sekitar 3 hektar. Saya sudah bilang, kenapa tidak dimanfaatkan saja lahan yang sudah ada. Kalaupun mau melakukan pembebasan lahan, di sana tidak terlalu banyak warga yang tinggal. Kalau tidak dibangun, lingkungan itu jadi kusut. Saya sudah pernah bilang ke Pak Anies," kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, Kompas.com masih mencoba menghubungi dinas terkait yang dapat menjelaskan secara rinci kendala yang dialami sehingga pembangunan waduk menjadi tertunda.

Awal rencana pembangunan waduk

Menurut Mirsyid, rencana pembangunan waduk ini bermula ketika Jakarta mengalami banjir besar sekitar tahun 2005. Saat itu, DKI masih dipimpin oleh mantan Gubernur Sutiyoso.

Baca juga: Menengok Kondisi Sejumlah Danau dan Waduk di Jakarta Utara

Saat banjir bandang terjadi, warga Lebak Bulus yang juga terkena imbas banjir meminta pemerintah membangun sebuah waduk untuk mencegah banjir datang kembali.

Pembangunan Waduk Lebak Bulus ini kemudian masuk dalam salah satu amanat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI 2030 Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kemen PU untuk Pemprov DKI, yang dikeluarkan sekitar tahun 2013.

Saat itu rencananya, ada 11 waduk baru sampai 2030 dan ada 14 situ yang perlu ditata. Saat itu tugas dibebankan kepada Dinas Pekerjaan Umum DKI yang sekarang telah berganti nama menjadi Dinas Tata Air DKI.

Dikutip dari Harian Kompas (1/6/2016), Kepala Bidang Pembebasan Lahan Dinas Tata Air DKI yang dijabat oleh Triyono mengatakan, Waduk Lebak Bulus yang sedianya akan diberi nama Waduk Gunung Balong tersebut akan dimulai pembangunannya pada tahun 2017.

Tapi hingga kini, lahan tersebut masuh berupa tanah kosong.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Masih Ada Zona Merah pada Masa PSBB Transisi, 66 RW di Jakarta Jadi Perhatian Khusus...

Ketika Masih Ada Zona Merah pada Masa PSBB Transisi, 66 RW di Jakarta Jadi Perhatian Khusus...

Megapolitan
 Agar Tak Terpusat di Masjid, Wali Kota Tangerang Minta Mushala Juga Gelar Shalat Jumat

Agar Tak Terpusat di Masjid, Wali Kota Tangerang Minta Mushala Juga Gelar Shalat Jumat

Megapolitan
UPDATE Covid-19 4 Juni: Pasien Sembuh di Depok Bertambah 27 Orang, 6 Kasus Baru Muncul

UPDATE Covid-19 4 Juni: Pasien Sembuh di Depok Bertambah 27 Orang, 6 Kasus Baru Muncul

Megapolitan
UPDATE 4 Juni, Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi Mencapai 321, 255 di Antaranya Sembuh

UPDATE 4 Juni, Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi Mencapai 321, 255 di Antaranya Sembuh

Megapolitan
Fakta yang Terungkap dalam Kasus Pembunuhan oleh Aulia Kesuma, Terlampau Sadis hingga Dituntut Mati

Fakta yang Terungkap dalam Kasus Pembunuhan oleh Aulia Kesuma, Terlampau Sadis hingga Dituntut Mati

Megapolitan
Masih Zona Merah, 25 RW di Depok Ini Belum Bisa Transisi Menuju New Normal

Masih Zona Merah, 25 RW di Depok Ini Belum Bisa Transisi Menuju New Normal

Megapolitan
Shalat Jumat di Masjid Sudah Diperbolehkan, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Diikuti

Shalat Jumat di Masjid Sudah Diperbolehkan, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Diikuti

Megapolitan
Hari Pertama PSBB Transisi, Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Diprediksi Hujan

Hari Pertama PSBB Transisi, Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Diprediksi Hujan

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 20.00 WIB

Mulai Hari Ini, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Hiraukan Imbauan Penghuni Kos, ART Nekat Mudik, Dipaksa Isolasi Saat Kembali

Hiraukan Imbauan Penghuni Kos, ART Nekat Mudik, Dipaksa Isolasi Saat Kembali

Megapolitan
Wali Kota Depok: PSBB Proposional Bukan Berarti Euforia Aktivitas Kembali Bebas

Wali Kota Depok: PSBB Proposional Bukan Berarti Euforia Aktivitas Kembali Bebas

Megapolitan
Masjid Istiqlal Masih Tiadakan Shalat Jumat Selama PSBB Transisi Jakarta

Masjid Istiqlal Masih Tiadakan Shalat Jumat Selama PSBB Transisi Jakarta

Megapolitan
Aulia Kesuma dan Anaknya Dituntut Mati, Pengacara: Tuntutan Terlalu Sadis

Aulia Kesuma dan Anaknya Dituntut Mati, Pengacara: Tuntutan Terlalu Sadis

Megapolitan
Jam Operasional MRT Jakarta Masa PSBB Transisi Pukul 5.00-21.00 WIB

Jam Operasional MRT Jakarta Masa PSBB Transisi Pukul 5.00-21.00 WIB

Megapolitan
PSBB Transisi, Toko di Jakarta Diterapkan Sistem Ganjil Genap, Begini Pengaturannya

PSBB Transisi, Toko di Jakarta Diterapkan Sistem Ganjil Genap, Begini Pengaturannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X