TNI AL Tembak Buaya di Dermaga Pondok Dayung karena Dianggap Membahayakan

Kompas.com - 16/06/2018, 16:57 WIB
Penampakan buaya kembali terlihat di Dermaga Pondok Dayung, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (AL), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (16/6/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPenampakan buaya kembali terlihat di Dermaga Pondok Dayung, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (AL), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (16/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Satkopaska Koarmada I Kapten Edy Tirtayasa mengatakan, pihaknya terpaksa menembak buaya yang muncul di Dermaga Pondok Dayung karena dianggap membahayakan masyarakat serta anggota TNI AL yang bertugas di kawasan tersebut.

Dermaga Pondok Dayung merupakan lokasi Pangkalan TNI AL. Buaya jenis muara tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 3 meter dengan diamater 70-80 sentimeter.

"Kami terus lakukan patroli, bagaimana caranya itu ketangkep. Karena susah, kami tembak karena takutnya nanti jadi permasalahan," ujar Edy, di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, Sabtu (16/6/2018).

Pihak TNI AL belum berkoordinasi dengan lembaga pelindung satwa liar karena terbentur hari libur Lebaran. Edy mengatakan, tidak bisa memastikan apakah buaya tersebut mengarah ke Pantai Ancol seperti yang dikabarkan sebelumnya.

Baca juga: Buaya Kembali Terlihat di Dermaga Pondok Dayung

 

Hal ini karena sebelumnya buaya tersebut pertama kali terlihat di Dermaga Sunda Pondok Dayung pada Kamis (14/6/2018). Kemudian pada Jumat (15/6/2018), TNI AL yang berjaga melihat buaya tersebut di dermaga Pondok Dayung yang berada persis di pintu masuk Pangkalan TNI AL.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal jarak penemuan buaya yang pertama dan kedua cukup jauh. "Itu saya enggak bisa bilang ya kecil atau tidak (kemungkinan) masuk Pantai Ancol, tapi itu kan penemuannya di Sunda (Dermaga Sunda Pondok Dayung), itu di balik pulau. Paginya, dia sudah muncul di pintu Pondok Dayung. Dari mana coba dia lewatnya," ujar Edy.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Letkol Laut (P) Agung Nugroho sebelumnya mengatakan, personel TNI AL yang berjaga di Dermaga Pondok Dayung sempat menembak buaya yang muncul di dermaga tersebut, Jumat (15/6/2018).

Baca juga: Buaya yang Terlihat di Dermaga Sunda Pondok Dayung Ditembak TNI AL

Anggota TNI yang berjaga menembak buaya tersebut di bagian belakang kepala. Setelah penembakan itu, pihaknya menyisir kawasan dermaga. Namun, hingga kini, buaya tersebut belum juga ditemukan.

"Personel jaga melaksanakan tindakan perburuan dengan menggunakan senjata laras panjang dan menembak bagian belakang kepala buaya, kemudian (buaya) tenggelam," ujar Agung, saat dihubungi Kompas.com, Jumat.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Megapolitan
Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Megapolitan
Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Megapolitan
Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Megapolitan
Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Megapolitan
Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Megapolitan
Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Megapolitan
Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Megapolitan
Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Megapolitan
Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Megapolitan
Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X