Pengacara: SP3 Kasus Rizieq Tak "Ujug-ujug", Ini Setahun Perjuangan

Kompas.com - 17/06/2018, 10:07 WIB
Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umun, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017).KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umun, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Rizieq Shihab, Kapitera Ampera mengatakan, penghentian kasus chat mesum yang sempat menjerat Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut tak terjadi secara tiba-tiba.

Pihaknya sebelumnya melakukan sejumlah langkah, di antaranya meminta penghentian perkara (SP3).

"SP3 tidak ujug-ujug (tiba-tiba) ini karena ketemu Presiden (Joko Widodo) itu lho," ujar Kapitera saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/6/2018).

Baca juga: Polri: Kasus Rizieq Dihentikan Berdasarkan Permohonan Pengacara


Ia mengatakan, jarak waktu antara pengajuan permohonan SP3 kasus hingga akhirnya diterbitkan surat SP3 memerlukan waktu sekitar 1 tahun.

"Kami mengajukan sekitar awal Juni 2017. Jadi ini setahun perjuangan kami," sebutnya.

Kapitera mengatakan, pihaknya menerima surat SP3 resmi dari kepolisian pada Rabu (13/6/2018) pagi.

Baca juga: Perjalanan Kasus Rizieq, Penodaan Pancasila hingga Chat WhatsApp yang Berujung Dihentikan

Kemudian melalui rekannya, ia berkirim surat kepada Rizieq Shihab terkait hal ini.

"Kalau ditotal saya sudah tiga kali bertemu Presiden lalu juga dengan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dan Pak Wiranto (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan), hingga akhirnya SP3 dikirim Rabu pagi," kata dia.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal sebelumnya mengatakan, kasus tersebut telah dihentikan.

Ia mengatakan, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik, kasus ini tak dapat dilanjutkan karena pengunggah konten pornografi tersebut belum ditemukan.

Baca juga: Polisi Sebut Kasus Chat WhatsApp Rizieq Shihab Bisa Dibuka Lagi asalkan...

Menurut dia, kasus ini dapat dibuka kembali apabila polisi menemukan bukti baru.

Sebelumnya, Kepolisian juga mengentikan kasus dugaan penistaan Pancasila yang juga sempat menjerat Rizieq.

Kasus itu dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri. Kepolisian telah mengeluarkan SP3 sejak akhir Februari 2018.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X