Cikampek Padat H+2 Lebaran, "Contraflow" dan Pengalihan Arus Diterapkan

Kompas.com - 17/06/2018, 14:20 WIB
Urai kepadatan pada H-2 lebaran Rabu (13/6/2018), polisi memberlakukan contra flow di km 37 hingga km 66 tol Jakarta-Cikampek. KOMPAS.com/Farida FarhanUrai kepadatan pada H-2 lebaran Rabu (13/6/2018), polisi memberlakukan contra flow di km 37 hingga km 66 tol Jakarta-Cikampek.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rekayasa lalu lintas contraflow di tol Cikampek kembali diberlakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Minggu (17/6/2018) atau H+2 Lebaran.

Pasalnya, terjadi kapadatan kendaraan dari Km 35+600 sampai Km 47.

"Mulai pukul 11.45 WIB, atas diskresi kepolisian kami berlakukan contraflow untuk mengurai kepadatan jelang rest area Km 39 serta penyempitan lajur atau bottleneck di Km 37+800," kata Customer & Employee Relations Manager PT Jasa Marga Faiza Riani dalam siaran resminya, Minggu.

Selain rekayasa lalu lintas lawan arah, Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek juga ikut menyiagakan petugas di lapangan serta memasang rambu-rambu lalu lintas.

Pengalihan arus kendaraan juga diterapkan secara situasional.

Kendaraan dari Km 28 dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat 3, kemudian masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek melalui GT Cikarang Barat 1.

"Hingga saat ini Jalan Tol Jakarta Cikampek arah Cikampek terpantau ramai lancar, dengan titik kepadatan di Km 27 sampai Km 28, antrean GT Cikarang Utama di Km 29 sepanjang kurang lebih 200m, serta Km 33 sampai Km 37+800 sebagai dampak penyempitan lajur," paparnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Banding, Grand Indonesia Siap Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar ke Ahli Waris Henk Ngantung

Tidak Banding, Grand Indonesia Siap Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar ke Ahli Waris Henk Ngantung

Megapolitan
Polisi Tangkap Wanita yang Buang Bayinya di Selokan di Pulogadung

Polisi Tangkap Wanita yang Buang Bayinya di Selokan di Pulogadung

Megapolitan
Sejak Pedagang Daging Mogok Massal, RPH Kota Bekasi Tak Beroperasi

Sejak Pedagang Daging Mogok Massal, RPH Kota Bekasi Tak Beroperasi

Megapolitan
Anies Minta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Anies Minta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakaman Mana Saja asal Terapkan Prokes

Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakaman Mana Saja asal Terapkan Prokes

Megapolitan
Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Megapolitan
Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Megapolitan
Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Megapolitan
Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Megapolitan
Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X