Pengacara: Saya Tidak Setuju Aman Abdurrahman Disebut Penggerak Terorisme

Kompas.com - 22/06/2018, 14:48 WIB
Terdakwa kasus teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018). Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOTerdakwa kasus teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018). Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman, Asludin Hatjani keberatan dengan pertimbangan hakim yang mengatakan Aman merupakan penggerak jihad dan teror.

Asludin mengatakan, Aman bukan merupakan penggerak serangkaian tindak terorisme yang terjadi di sejumlah wilayah.

Aman, kata Asludin, hanya sebagai pembawa pesan dari juru bicara ISIS, Abu Muhammad Al-Adnani kepada Abu Gar alias Abu Muhtohir yang merupakan terpidana kasus bom Thamrin.

Asludin mengatakan, saat persidangan Abu Gar telah menyatakan sudah mengetahui lebih dulu isi pesan dari Adnani yang meminta untuk melakukan amaliyah seperti yang terjadi di Prancis.

Baca juga: Alasan Aman Abdurrahman Tolak Ajukan Banding atas Vonis Mati

"Saya tidak setuju dikatakan penggerak. Abu Gar dalam persidangan menyatakan bahwa apa yang disampaikan ustaz Oman (Aman) sudah dia ketahui sebelumnya, jadi bukan karena ustaz Oman. Abu Gar sudah mengetahui adanya pesan dari Adnani untuk melakukan amaliyah seperti di Prancis," ujar Asludin usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018)

Asludin menilai hakim terlalu memaksakan alasan tersebut dijadikan sebagai pertimbangan untuk menjatuhkan vonis mati kepada Aman.

"Kalau saya menyatakan ini dipaksakan sekali karena apa yang dijadikan bukti adalah pesan beliau ke Abu Gar yang menyampaikan pesan dari Adnani. Kalau menggerakan orang lain itu, orangnya mau enggak digerakan," ujar Asludin.

Baca juga: Penggerak Jihad dan Teror Jadi Hal yang Memberatkan Aman Abdurrahman

Aman Abdurrahman divonis hukuman mati. Sidang pembacaan putusan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat siang. Majelis hakim menilai, Aman terbukti sebagai penggerak jihad dan teror.

Hal itu menjadi salah satu hal yang memberatkan Aman. Hakim Ketua Akhmad Jaini mengatakan, jihad dan teror yang digerakkan Aman menimbulkan banyak korban, termasuk aparat. Teror yang digerakkan Aman juga menimbulkan korban warga sipil. Anak-anak dan dewasa menjadi korban teror itu.

"Terdakwa adalah penganjur, penggerak kepada pengikutnya untuk melakukan jihad, amaliyah teror, melalui dalil-dalilnya sehingga menimbulkan banyak korban aparat," ujar Jaini membacakan surat putusan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Imlek, 250 Polisi Dikerahkan ke Kelenteng dan Wihara di Bekasi

Saat Imlek, 250 Polisi Dikerahkan ke Kelenteng dan Wihara di Bekasi

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Ajukan Izin Revitalisasi Monas Sore Ini

Pemprov DKI Akan Ajukan Izin Revitalisasi Monas Sore Ini

Megapolitan
Pelaku Curanmor di Parkiran Kampus Residivis, Sudah 6 Kali Curi Motor Setelah Setahun Bebas

Pelaku Curanmor di Parkiran Kampus Residivis, Sudah 6 Kali Curi Motor Setelah Setahun Bebas

Megapolitan
Polisi Telah Memintai Keterangan lham Bintang atas Kasus Pembobolan Rekening

Polisi Telah Memintai Keterangan lham Bintang atas Kasus Pembobolan Rekening

Megapolitan
PLN Matikan 15 Gardu Listrik di Wilayah Terendam Banjir

PLN Matikan 15 Gardu Listrik di Wilayah Terendam Banjir

Megapolitan
RSUD Kota Bekasi Siapkan Masker buat Para Pegawai untuk Antisipasi Virus Corona

RSUD Kota Bekasi Siapkan Masker buat Para Pegawai untuk Antisipasi Virus Corona

Megapolitan
Antisipasi Pengidap Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Pertimbangkan Rujuk Pasien ke RS Khusus Infeksi

Antisipasi Pengidap Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Pertimbangkan Rujuk Pasien ke RS Khusus Infeksi

Megapolitan
Hujan di Jakarta, Halaman Wihara Dharma Bhakti Petak Sembilan Tergenang Air

Hujan di Jakarta, Halaman Wihara Dharma Bhakti Petak Sembilan Tergenang Air

Megapolitan
Genangan Air 30 Sentimeter di Kawasan Monas Telah Surut

Genangan Air 30 Sentimeter di Kawasan Monas Telah Surut

Megapolitan
Heboh Virus Conora, Penerbangan dari Bandara Soetta ke China Tetap Dibuka

Heboh Virus Conora, Penerbangan dari Bandara Soetta ke China Tetap Dibuka

Megapolitan
Begini Modus Dua Pencuri Motor yang Beraksi di Tempat Parkir Kampus

Begini Modus Dua Pencuri Motor yang Beraksi di Tempat Parkir Kampus

Megapolitan
Antisipasi Virus Corona, Pemprov DKI Imbau Warga Lakukan Ini

Antisipasi Virus Corona, Pemprov DKI Imbau Warga Lakukan Ini

Megapolitan
Antisipasi Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Siapkan Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Siapkan Ruang Isolasi

Megapolitan
Sedang Bersihkan Saluran Air, PPSU Tanah Sereal Temukan Biawak Sepanjang 1,5 Meter

Sedang Bersihkan Saluran Air, PPSU Tanah Sereal Temukan Biawak Sepanjang 1,5 Meter

Megapolitan
Hati-hati Tersetrum Listrik Saat Banjir, Ini Cara Menghindarinya

Hati-hati Tersetrum Listrik Saat Banjir, Ini Cara Menghindarinya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X