Dikira Suara Kucing, Warga Ternyata Temukan Bayi di Tumpukan Sampah di Pasar Minggu

Kompas.com - 22/06/2018, 15:45 WIB
Ilustrasi. NikuwkaIlustrasi.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam keadaan hidup di tumpukan sampah di sebuah gang sempit Jalan Siaga, Kelurahan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (21/6/2018) malam.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Harsono mengatakan, bayi berusia antara 2-3 hari tersebut pertama kali ditemukan oleh warga.

Harsono menjelaskan, warga bernama Ahmad Hermanto mulanya mendengar sebuah suara sekitar pukul 18.00 WIB dan mengira itu suara kucing.

Suara itu semakin kencang dan kembali terdengar pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Aborsi dengan Modus Pijat Bayi Tradisional

"Saksi (Hermanto) mengecek sumber suara di tumpukan sampah Gang Daeng yang cukup sempit, cukup satu motor saja. Dari hasil pengecekan saksi, bayi dalam kondisi masih hidup dan berjenis kelamin laki-laki," ujar Harsono melalui keterangan tertulis, Jumat (22/6/2018).

Hermanto menemukan bayi itu dibalut kain batik warna cokelat. Dia kemudian melaporkan penemuan bayi itu ke pihak kelurahan.

Anggota Satpol PP di Kelurahan Pejaten, Amarudin, yang menerima laporan itu langsung mengecek ke lokasi penemuan bayi itu.

"Saksi (Amarudin) membawa bayi laki-laki yang masih hidup tersebut ke Rumah Sakit Siaga guna dicek kesehatannya," kata Harsono.

Baca juga: Mayat Bayi Kembar Ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X