JJ Rizal Sebut Museum di Jakarta Mesti Dirombak Penampilannya

Kompas.com - 23/06/2018, 09:11 WIB
Sejarawan JJ Rizal ketika mengisi talkshow Menguak Sejarah Hari Lahir Jakarta di Pasar Seni Ancol, Jumat (22/6/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSejarawan JJ Rizal ketika mengisi talkshow Menguak Sejarah Hari Lahir Jakarta di Pasar Seni Ancol, Jumat (22/6/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejarawan JJ Rizal menilai, penampilan seluruh museum di Jakarta mesti dirombak guna menarik minat generasi muda untuk mempelajari sejarah dan kebudayaan Jakarta.

Rizal berpendapat, museum harus dibuat menarik supaya generasi muda dapat memahami prestasi yang dimiliki oleh kota yang ditinggalinya itu.

“Bagi generasi zaman now, prestasi itu penting karena bagian dari eksistensi. Maka sumber ruang orang belajar tentang prestasi itu ada di museum, karena itu penampilan museum harus dirombak,” kata Rizal saat ditemui di Pasar Seni Ancol, Jumat (22/6/2018).

Rizal menyatakan, museum merupakan salah satu bukti peradaban sebuah kota. Sayangnya, kata Rizal, museum-museum yang ada di Jakarta masih jauh dari kata sempurna.

“Kalau orang mau lihat kota itu beradab itu di mana ada dua hal, lihat perpustakaannya, dan lihat cara dia mengurus museum dan situs-situs sejarahnya. Nah, Jakarta bermasalah, perpustakaannya buruk, museumnya buruk, situs sejarahnya buruk,” katanya.

Ia pun meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mulai memperbaiki museum-museum yang ada di Jakarta.

Baca juga: Dibuka Saat Libur Lebaran, Pengunjung Museum Sejarah Jakarta Naik Dua Kali Lipat

Bukan hanya perbaikan fisik, melainkan juga perbaikan dalam segi konsep yang ingin diangkat museum tersebut.

Menurutnya, hal itu dapat membangkitkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum.

“Misalnya Museum Sejarah Jakarta, Sejarah Jakarta seperti apa yang mau digambarkan? Apakah dari zaman prasejarah Jakarta sampai perkembangan paling kontemporer. Sehingga ada prasasti Ciaruteun tapi juga ada warung gerobak kaki lima, kan orang jadi shock,” kata Rizal.

Baca juga: Tak Kebagian Kuota ke Puncak Monas, Wisatawan Serbu Area Museum

Ia menambahkan, penampilan museum mesti memanjakan panca indera para pengunjungnya. Oleh karena itu, perombakan penampilan museum mesti melibatkan banyak pihak, mulai dari seniman, penata musik, serta teknologi.

“Jadi harus melibatkan rasa, penciuman, pengelihatan, jadi museum itu sudah kompleks sekali perkembangannya,” kata Rizal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Catat 977 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate 9,3 Persen

Jakarta Catat 977 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate 9,3 Persen

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

Megapolitan
UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Megapolitan
Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Megapolitan
Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Megapolitan
Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Megapolitan
Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Megapolitan
PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Megapolitan
Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Megapolitan
Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X