Kompas.com - 23/06/2018, 09:47 WIB
 Sejarawan JJ RIzal siap melangkah bakal calon Wali Kota Depok di pemilu kepala daerah Depok 2015 mendatang. JJ RIzal yang juga pengamat kota kini mulai membuka diskusi publik atas problematika Depok yang perlu dibenahi KOMPAS.com/ ADYSTA PRAVITRARESTU Sejarawan JJ RIzal siap melangkah bakal calon Wali Kota Depok di pemilu kepala daerah Depok 2015 mendatang. JJ RIzal yang juga pengamat kota kini mulai membuka diskusi publik atas problematika Depok yang perlu dibenahi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor pendidikan dan budaya populer dianggap menjadi dua sektor yang dapat merangsang kepedulian generasi muda terhadap kebudayaan Betawi.

Sayangnya, pelestarian kebudayaan Betawi belum berhasil dieksekusi dua sektor tersebut.

Sejarawan JJ Rizal mengatakan, mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ) sebagai mata pelajaran muatan lokal di Jakarta tidak mengajarkan kebudayaan Betawi yang sesungguhnya.

Baca juga: Ondel-ondel, Ikon Betawi yang Terpaksa Ngibing dan Ngamen buat Bertahan

"Saya pernah buka pelajaran mulok itu isinya saya sendiri orang Betawi bingung ini Betawi dari planet mana karena saya enggak kenal," kata Rizal saat ditemui di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, Jumat (22/6/2018).

Rizal menuturkan, materi dalam pelajaran PLBJ disusun orang-orang yang tidak memahami kebudayaan Betawi.

Kasus munculnya Kisah Bang Mamat dari Kali Pasir yang memuat cerita seputar seks, kekerasan, dan rasisme di buku pelajaran disebut Rizal sebagai salah satu akibatnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: JJ Rizal Sebut Museum di Jakarta Mesti Dirombak Penampilannya

"Dalam buku-buku yang menjadi acuan mulok itu buku-buku yang dibikin orang-orang yang tidak memahami apa itu Betawi. Kenapa buku itu bisa lolos? Ya karena pejabatnya tidak memahami dan tidak mempunyai wawasan kebetawian, jadi enggak peduli," ujarnya.

Di sisi lain, Rizal menyebut budaya populer seperti stand up comedy, musik, dan film juga bisa menjadi cara efektif dalam melestarikan budaya Betawi.

Namun, kata Rizal, tak jarang unsur Betawi yang ada di budaya populer justru bersifat destruktif.

Baca juga: JJ Rizal Sarankan Gubernur DKI Punya Visi Politik Maritim

Rizal mengatakan, hal itu disebabkan unsur-unsur Betawi yang ditampilkan hanya menjadi sebatas gimmick. Ia mencontohkan penggunaan dialek Betawi yang salah kaprah.

“Misalnya cara ngomongnya seolah-olah Bahasa Betawi semua akhirannya 'e', misalnya cume, enggak ada itu orang Betawi cume adanya cuman, ya, kan? Misalnya utare, enggak ada utare, orang Betawi bilangnya ilir,” kata Rizal. 

Menurut Rizal, hal itu disebabkan wawasan soal kebudayaan Betawi yang tidak dimiliki para pelaku kebudayaan populer tersebut.

Baca juga: JJ Rizal: Konsentrasi Kami Bagaimana Situs Sejarah Selamat, Bukan Menolak UIII

"Problemnya adalah ketiadaan wawasan, akhirnya hanya jadi barang jualan. Misalnya film Benyamin Biang Kerok kemarin, itu, kan, orang enggak kenal Benyamin enggak tahu Benyamin kenapa bikin film Benyamin," ujarnya. 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Saluran Air di Klender Dimulai Hari Ini, Kendaraan Bisa Lewat Jalur Transjakarta

Pembangunan Saluran Air di Klender Dimulai Hari Ini, Kendaraan Bisa Lewat Jalur Transjakarta

Megapolitan
Bocah Perempuan 5 Tahun di Ciracas Dianiaya Ibu Tirinya Sendiri, Ayah Lapor Polisi

Bocah Perempuan 5 Tahun di Ciracas Dianiaya Ibu Tirinya Sendiri, Ayah Lapor Polisi

Megapolitan
Luhut Penuhi Panggilan Polisi untuk Klarifikasi Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Luhut Penuhi Panggilan Polisi untuk Klarifikasi Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Megapolitan
Masih Ada 27 Persen Warga Jakpus yang Belum Divaksin Covid-19

Masih Ada 27 Persen Warga Jakpus yang Belum Divaksin Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 41,6 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 41,6 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
Senin Ini, Luhut Pandjaitan Diminta Keterangan Terkait Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Senin Ini, Luhut Pandjaitan Diminta Keterangan Terkait Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Megapolitan
Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Megapolitan
5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

Megapolitan
Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film 'Avengers'

Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film "Avengers"

Megapolitan
Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Megapolitan
Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Megapolitan
Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Megapolitan
UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.