Kompas.com - 25/06/2018, 11:35 WIB
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Gembong Warsono, di kantor DPD PDI Perjuangan DKI, di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusWakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Gembong Warsono, di kantor DPD PDI Perjuangan DKI, di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyoroti dugaan sopir angkot yang bersekongkol dengan copet.

Gembong mengatakan, Dinas Perhubungan seharusnya memberikan edukasi kepada sopir dan pengusaha angkutan umum.

"Itu, kan, karena proses edukasi dan pengawasan dari Dishub DKI juga kurang maksimal," ujar Gembong ketika dihubungi, Senin (25/6/2018).

Baca juga: Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Gembong mengacu kepada musibah yang menimpa Asih Sukarsih.

Asih loncat dari angkot M30A rute Tanjung Priok-Pulogadung karena ketakutan dengan copet di dalam angkot tersebut.

Polisi menduga ada hubungan antara sopir angkot dengan pencopet yang menyebabkan Asih kabur ketakutan dan meninggal dunia.

Terlepas dari kasus hukumnya, Gembong meminta Dinas Perhubungan ikut meningkatkan pembinaan dan pengawasan sopir angkot.

Baca juga: Lompat dari Angkot karena Takut Copet, Wanita Ini Tewas

Selain itu, kata Gembong, kasus ini juga menunjukkan kebutuhan akan transportasi umum yang aman semakin mendesak.

"Kita harus dorong dan percepat untuk segera mewujudkan transportasi massal yang nyaman dan aman," kata dia.

DPRD DKI maklum bahwa upaya untuk mewujudkan itu sedang dilakukan.

Baca juga: Tak Diberi THR, Pemuda di Ciputat Pukul Sopir Angkot

Proyek mass rapid transit (MRT) hingga light rail transit (LRT) masih berlangsung. Namun, dia meminta Dishub juga berinovasi terhadap angkutan konvensional ini.

"Harus ada terobosan-terobosan yang baik bagaimana mengurai itu, sehingga kejadian seperti warga yang loncat dari angkot itu tidak akan terjadi lagi," ujar Gembong.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Megapolitan
Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X