Saling Lapor Ronny dan Sopir Adik Anggota DPR Herman Hery... - Kompas.com

Saling Lapor Ronny dan Sopir Adik Anggota DPR Herman Hery...

Kompas.com - 26/06/2018, 08:20 WIB
IlustrasiPIXABAY.com Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga bernama Ronny Yuniarto Kosasih melaporkan dugaan pengeroyokan yang terjadi di jalur khusus transjakarta, Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada 10 Juni 2018, sekitar pukul 22.00 WIB.

Dia melaporkan kejadian itu pada 11 Juni 2018, sekitar pukul 01.15 dini hari, dengan terlapor lidik atau dalam penyelidikan.

Saat menyerahkan barang bukti ke Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (21/6/2018), Ronny dan kuasa hukumnya yakin terduga pengeroyokan itu adalah anggota DPR RI Herman Hery.

Baca juga: MKD Tolak Laporan terhadap Herman Herry yang Diduga Ancam Polisi

Kuasa hukum Ronny, Febby Sagita, menyampaikan, keyakinan kliennya itu berawal dari foto mobil dan nomor polisi mobil Rolls Royce hitam yang disebutnya milik Herman Hery.

Setelah mengetahui jenis mobil dan nomor polisi B 88 NTT, pihaknya mencari pemilik mobil tersebut menggunakan sejumlah aplikasi milik Polri.

Selain itu, Ronny yang ikut dalam komunitas otomotif meminta bantuan rekan-rekannya.

Setelah mengetahui pemiliknya merupakan Herman Hery, Febby mencari foto Hery yang kemudian dikonfirmasi kepada Ronny dan istrinya yang juga berada di lokasi saat pengeroyokan berlangsung.

Setelah dicocokkan, Ronny dan istrinya yakin bahwa Herman Hery merupakan terduga pelaku pengeroyokan.

Kronologi kejadian versi Ronny

Febby mengatakan, pengeroyokan bermula saat Ronny, istri, dan dua anaknya yang berumur 3 dan 10 tahun ditilang polisi karena masuk jalur bus transjakarta di Jalan Arteri Pondok Indah.

Mobil Rolls Royce bernopol B 88 NTT yang dinaiki Hery berada tepat di belakang mobil Ronny yang juga masuk ke jalur bus transjakarta. 

Saat ditilang, Ronny sempat menanyakan kepada polisi yang menilangnya mengapa mobil Rolls Royce yang berada di belakangnya tidak ikut ditilang.

Tanpa sebab, Hery tiba-tiba keluar dari mobil dan langsung menemui Ronny. 

Hery sempat mengucapkan kata-kata tantangan kepada Ronny.

"Enggak lama, pelaku keluar, lalu menghardik korban, terus dia bilang 'Mau apa kamu', langsung ditoyor pakai tangan mukanya. Korban refleks membalas dan satu orang ajudannya (Herman Hery) ikut membalas," kata Febby, Kamis (21/6/2018).

Baca juga: Adik Herman Hery: Rolls Royce Itu Mobil Perusahaan Keluarga, Saya yang Gunakan


Istri Ronny, Iris Ayungningtias, juga menderita luka lebam di sekujur tubuh karena mencoba melindungi suaminya.

Tak berselang lama, Febby menyebut Hery tancap gas bersama ajudan yang juga diduga ikut memukul Ronny.

Lapor balik


Adik Herman Hery, Yudi Adranacus, membantah kakaknya berada di dalam mobil Rolls Royce bernopol B-88-NTT saat terjadinya dugaan pengeroyokan yang dilaporkan Ronny.

Menurut Yudi, dia yang berada di dalam mobil tersebut.

Yudi menyampaikan, Rolls Royce itu juga bukan milik Herman Hery, tetapi milik perusahaan keluarga mereka.

Sehari-hari, Yudi-zlah yang menggunakan mobil tersebut.

Satu hari seusai kejadian, yakni 11 Juni 2018, sekitar pukul 22.30 WIB, sopir Yudi yang bernama Pardan juga melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Pardan melaporkan dugaan penganiayaan dalam kejadian tersebut dengan terlapor lidik atau dalam penyelidikan.

Seusai diperiksa pada Senin (25/6/2018) malam, Pardan menyebut terduga pelaku penganiayaan itu adalah Ronny.

Pardan membantah dugaan pengeroyokan yang dilaporkan Ronny.

Menurut Pardan, kejadian yang sebenarnya bukan pengeroyokan, melainkan perkelahian antara dirinya dan Ronny.

"Itu bukan pengeroyokan. Aslinya duel, saya sama Ronny," ujar Pardan.

Kronologi kejadian versi adik Herman Hery

Yudi menyampaikan , pada saat kejadian 10 Juni 2018 malam, Rolls Royce yang dikendarai Pardan melaju di jalur khusus transjakarta di Jalan Arteri Pondok Indah, mengikuti mobil Ronny.

Orang yang berada di dalam mobil Ronny, kata Yudi, meminta kendaraan yang ditumpanginya mundur untuk menghindari polisi yang menjaga jalur transjakarta.

Namun, mereka tidak bisa mundur karena ada transjakarta di belakangnya.

Mereka berhenti hingga akhirnya Ronny ditilang.

Menurut Yudi, Ronny terlihat cekcok dengan polisi.

Yudi mendengar Ronny mempertanyakan apakah mobil yang ditumpanginya juga ditilang atau tidak kepada polisi sambil Ronny menggebrak Rolls Royce tersebut.

Karena mobil milik perusahaan keluarganya itu digebrak, Yudi pun keluar dari mobil.

"Saya keluar dong dari mobil, saya samperin dia, saya ingin menanyakan, kenapa you begitu. Langsung saya ditonjok sama dia, saya mental," ucapnya.

Pardan yang melihat kejadian itu langsung keluar untuk menolong bosnya.

Namun, Yudi menyebut sopirnya justru ditonjok oleh Ronny.

Baca juga: Laporkan Ronny, Sopir Adik Herman Hery Luka di Punggung dan Pipi

Pardan pun mengakuinya. Dia keluar dari mobil dan mendorong Ronny karena bosnya dipukul terlebih dahulu.

"Pak Ronny itu dorong bos saya, mukul bos saya, akhirnya bos saya jatuh. Lalu, saya lari keluar dari mobil. Abis itu, udah saya dorong (Ronny)," ujar Pardan.

Setelah itu, Pardan dan Ronny berkelahi. Pardan merasa Ronny melakukan penganiayaan hingga melapor ke polisi pada 11 Juni malam.

Dia membawa bukti hasil visum punggung dan pipinya yang terluka.

Polisi lakukan penyelidikan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan mengatakan, pihaknya akan memeriksa satu per satu perkara yang dilaporkan.

Nantinya, polisi akan menyelidiki kaitan perkara yang satu dengan perkara yang lainnya, termasuk perkara yang dilaporkan Ronny dan Pardan.

"Kasus penganiayaan banyak di kami. Saat ini kami pangil tentunya para pelapor, saksi-saksi. Kami tanyakan nanti, kasus ini ada kaitan dengan kasus yang sedang kami periksa atau enggak," kata Stefanus.


Komentar

Terkini Lainnya

TNI Ikut Perbaiki Kursi Stadion Jakabaring yang Dirusak Suporter Sriwijaya FC

TNI Ikut Perbaiki Kursi Stadion Jakabaring yang Dirusak Suporter Sriwijaya FC

Regional
Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Internasional
Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Edukasi
Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Megapolitan
Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat 'Hilang' dari Lapas Sukamiskin

Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat "Hilang" dari Lapas Sukamiskin

Nasional
Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Nasional
Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Nasional
Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Nasional
Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Regional
Saat Lagu 'Ditinggal Rabi' Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Saat Lagu "Ditinggal Rabi" Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Regional
Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Nasional
Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Megapolitan
Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Nasional
Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Edukasi

Close Ads X