Camat Jatinegara: Saya Harap Normalisasi Dilanjutkan, jika Tidak, Akan Terus-terusan Banjir...

Kompas.com - 26/06/2018, 12:54 WIB
Banjir di Jalan Arus, Cawang, Jakarta Timur, akibat luapan sungai Ciliwung, Senin (5/2/2018) KOMPAS.com/STANLEY RAVELBanjir di Jalan Arus, Cawang, Jakarta Timur, akibat luapan sungai Ciliwung, Senin (5/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar berharap proyek normalisasi Sungai Ciliwung bisa dilanjutkan kembali. 

Hal ini untuk mencegah terjadinya banjir ketika CIliwung meluap. 

"Saya sih berharap proyek normalisasi Sungai Ciliwung kembali dilanjut, bila tidak, ya akan terus-terusan banjir," ucap Nasrudin saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (26/6/2018).

Baca juga: Bima Arya Paparkan Kendala Kerjakan Normalisasi Ciliwung


Dua kelurahan di Jakarta Timur, yakni Kampung Melayu dan Jatinegara, terendam banjir karena luapan Sungai Ciliwung dari Bogor, Jawa Barat.

Kejadian banjir kiriman ini bukan yang pertama kalinya terjadi.

Menurut dia, normalisasi sungai menjadi cara agar wilayahnya tidak terendam banjir kembali. 

Baca juga: Enggak Masalah Normalisasi Ciliwung, Namanya Bukan Tanah Kami...

"Kalau diturap saya rasa tidak cukup, kurang maksimal karena daerah itu cukup rendah. Jadi daerah itu memang titik terendah yang berada di bantaran Ciliwung," ujarnya. 

Selain normalisasi, menurut dia, perlu dibangun dinding turap atau sheetpile dan jalan inspeksi seperti di Kampung Pulo.

"Pemda, dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air bisa menyiapkan lahan untuk pembuatan sheetpile dan jalan inspeksi, serta dibuatkan rumah pompa untuk menyedot air. Pemerintah pusat dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) juga turut melaksanakan pembangunannya," kata Nasrudin. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Megapolitan
Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana-mana Jadi Cepat

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana-mana Jadi Cepat

Megapolitan
Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Megapolitan
Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Megapolitan
Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Megapolitan
Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Megapolitan
Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Megapolitan
Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Megapolitan
Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Megapolitan
Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Megapolitan
Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Megapolitan
Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Megapolitan
Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X