Profesor hingga Mantan Dirjen di Kementerian Kelautan Jadi Anggota TGUPP Bidang Pesisir

Kompas.com - 26/06/2018, 16:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said makan siang bersama di kawasan Menteng, Selasa (26/6/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said makan siang bersama di kawasan Menteng, Selasa (26/6/2018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan ( TGUPP) bidang pengelolaan pesisir diisi oleh pakar dari berbagai bidang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan beberapa nama yang menjadi anggota.

"Di dalamnya ada Profesor Sudirman Saad kemudian ada Bapak Chalid Muhammad, Bapak Irvan Pulungan," ujar Anies di kawasan Menteng, Selasa (26/6/2018).

Sudirman Saad merupakan mantan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara itu, Chalid Muhammad merupakan mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Baca juga: Marco Kusumawijaya Jadi Ketua TGUPP Bidang Pengelolaan Pesisir


Selain itu, Irvan Pulungan adalah aktivis pemberi bantuan hukum bagi komunitas miskin dalam isu hak-hak lingkungan. Irvan sendiri masuk ke dalam dewan pakar Anies-Sandiaga pada Pilkada DKI 2017.

Satu lagi yang menjadi anggota dalam tim ini adalah Muslim Muin. Muslim Muin merupakan profesor sekaligus pakar kelautan dari Institut Teknologi Bandung. Tim ini diketuai oleh ahli tata kota Marco Kusumawijaya. Dengan demikian, tim ini berjumlah lima orang.

Anies mengatakan tim kecil ini akan memberi masukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

"Tim kecil ini yang kemudian nanti akan menyusun masukan kemudian mengumpulkan data informasi dari berbagai pihak untuk Gubernur dan jajarannya dalam menyusun kebijakan terkait dengan kawasan pesisir," ujar Anies.

Baca juga: Sudah Ada Bidang Pengelolaan Pesisir di TGUPP, DPRD Heran Anies Bentuk Badan Reklamasi

Kompas TV Selama 3 bulan menjabat, ada beberapa program yang sudah konkret.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X