Sosok Para Calon Wali Kota Bogor

Kompas.com - 27/06/2018, 08:10 WIB
Empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor menunjukkan nomor urut seusai pengundian nomor urut Pilkada Kota Bogor 2018, di SKI Katulampa, Selasa (13/2/2018). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahEmpat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor menunjukkan nomor urut seusai pengundian nomor urut Pilkada Kota Bogor 2018, di SKI Katulampa, Selasa (13/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.COM - Warga Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018) ini, akan berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara guna memilih kepala daerahnya untuk lima tahun ke depan.

Ada empat pasang calon wali kota dan wakil wali kota yang dapat dipilih warga Kota Hujan itu. Para pasangan calon itu adalah Achmat Ruyat-Zainul Mutaqien, Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar, Bima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim, dan Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso.

Pasangan nomor urut satu, Achmat Ruyat-Zainul Muttaqien, diusung tiga partai politik yaitu Partai Gerindra, PKS, dan PPP.

Achmat Ruyat sendiri pernah menjadi wakil wali Kota Bogor periode 2008-2013 bersama Diani Budiarto yang saat itu jadi wali kota. Zainul Muttaqien merupakan seorang politisi PPP yang kini tercatat sebagai anggota DPRD Kota Bogor.


Pasangan nomor urut dua, Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar, mengikuti kontestasi politik lewat jalur independen. Edgar merupakan seorang PNS Kota Bogor yang telah berkarir sejak 1977. Beberapa pos yang pernah diisinya antara lain camat Bogor Barat dan kepala dinas pendidikan.

Adapun Sefwelly Ginanjar dikenal sebagai pengusaha berbagai bidang, mulai dari tekstil, otomotif, hingga penyelenggara haji dan umroh. Ia tercatat sebagai kandidat termuda pada pilkada kali ini.

Pasangan Bima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim yang mendapat nomor urut tiga disokong sejumlah partai yaitu Partai Demokrat, Hanura, Nasdem, PAN, dan Golkar.

Bima Arya merupakan calon wali Kota Bogor yang berstatus sebagai petahana. Sebelum menjadi orang nomor satu di Bogor, ia dikenal sebagai seorang peneliti dan pengamat politik.

Sementara, Dedie A Rachim banyak menghabiskan karirnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jabatan terakhirnya sebelum maju dalan pilkada adalah Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi KPK.

Pasangan nomor urut empat, Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso, didukung dua partai politik, yaitu PKB dan PDI-P. Dadang Iskandar Danubrata seorang politisi PDI-P yang menjabat sebagai ketua DPC Kota Bogor. Ia juga tercatat sebagai manajer senior Persib Bandung.

Sementara, Sugeng Teguh Santoso dikenal sebagai advokat senior yang pernah mengemban tugas sebagai wakil ketua Perhimpunan Advokat Indonesia.

Selain memilih calon wali kota Bogor, warga Bogor pada pilkada kali ini juga memilih calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Megapolitan
Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X