Berbaju Putih, Rahmat Effendi Coblos Bersama Istri dan Anak-anaknya

Kompas.com - 27/06/2018, 08:29 WIB
Calon wali kota Bekasi Rahmat Effendi bersama istrinya, Gunarti, usai mencoblos pada  Pilkada Kota Bekasi 2018 di TPS 01 Pekayon, Rabu (27/6/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Calon wali kota Bekasi Rahmat Effendi bersama istrinya, Gunarti, usai mencoblos pada Pilkada Kota Bekasi 2018 di TPS 01 Pekayon, Rabu (27/6/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wali kota Bekasi Rahmat Effendi melakukan pencoblosan di TPS 01 Pekayon, Rabu (27/6/2018), bersama istri dan anak-anaknya. Pada sekitar pukul 08.00 WIB, pria yang akrab disapa Pepen ini berjalan kaki menuju TPS yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

"Kami berangkat bareng-bareng saja, sama anak-anak juga, tapi ada satu yang sudah beda TPS," ujar Pepen di kediamannya di kawasan Pekayon.

Pagi hari itu, dia dan keluarganya kompak mengenakan baju berwarna putih. Pepen sengaja mengenakan baju putih agar lebih sederhana. Dia ingin nantinya bisa menjadi pejabat yang dekat dengan rakyat.

"Ke depan Insya Allah tidak ada lagi rakyat cari pejabat tapi pejabat cari rakyat, tapi itu yang susah," ujar Pepen.


Baca juga: 27 Juni, Saatnya Memilih dalam Pilkada Serentak 2018

Saat di TPS, Pepen dan keluarganya mengantre seperti biasa. Sambil tersenyum, Pepen dan istrinya memasukan surat suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara.

Pemilihan Wali Kota Bekasi 2018 diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 1 Rahmat Effendi yang berpasangan dengan Tri Adhianto dan pasangan nomor urut 2 Nur Supriyanto-Adhy Firdaus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Megapolitan
Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Megapolitan
Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Megapolitan
Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Megapolitan
Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Megapolitan
Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Megapolitan
Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Megapolitan
Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Megapolitan
Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X