Kompas.com - 27/06/2018, 14:50 WIB
Relawan dan tim sukses pasangan Bima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim menyaksikan proses quick count dan real count di posko kemenangan pasangan Badra, Jalan Pangrango Bogor, Rabu (27/6/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DRelawan dan tim sukses pasangan Bima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim menyaksikan proses quick count dan real count di posko kemenangan pasangan Badra, Jalan Pangrango Bogor, Rabu (27/6/2018).

BOGOR, KOMPAS.com - Posko kemenangan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim, di Jalan Pangrango, Bogor, Jawa Barat, mulai dipadati para relawan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, puluhan relawan menyaksikan proses penghitungan cepat atau quick count di sebuah layar lebar.

Hingga pukul 14.20, pasangan Bima-Dedie terpantau unggul dalam quick count yang diselenggarakan Charta Politika.

Baca juga: Selama Ramadhan, Bima Arya-Dedie Rachim Kampanye Lewat Live Instagram

Mereka memeroleh suara sebesar 41 persen dari 1,5 persen sampel yang sudah masuk.

Sementara penghitungan real count yang dilakukan tim sukses Bima-Dedie menunjukkan pasangan tersebut memimpin dengan angka 53,1 persen dari 0,36 persen data yang telah masuk.

Para relawan tampak bersorak ketika perolehan suara pasangan Bima-Dedie meningkat sedikit demi sedikit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cegah Teroris, Bima Arya Ajak Warga Menggalakkan Kegiatan Ronda

Seorang relawan juga memegang sebuah mikrofon dan bertugas layaknya komentator sepakbola dengan memberikan komentar atau informasi terkait perhitungan yang ada.

Terdapat empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang bersaing dalam Pilkada Bogor

Empat pasangan itu adalah Achmat Ruyat-Zainul Mutaqien, Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar, Bima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim, dan Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Kasus Makelar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Kasus Makelar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Megapolitan
Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Megapolitan
Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

Megapolitan
Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Megapolitan
Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Megapolitan
Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Megapolitan
Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Megapolitan
Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X