Tarif MRT Jakarta Diusulkan Rp 8.500 Per 10 Km

Kompas.com - 28/06/2018, 15:51 WIB
Petugas melakukan perawatan rutin rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ  William Sabandar menyatakan hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. WARTA KOTA/ALEX SUBANPetugas melakukan perawatan rutin rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ William Sabandar menyatakan hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta telah mengantongi perkiraan tarif mass rapid transit ( MRT) sebesar Rp 8.500.

Angka ini didapatkan dari ridership survei yang digelar PT MRT Jakarta dan akan disampaikan kepada Pemprov DKI.

"Hasil ridership survei oleh konsultan kami mengatakan tarif ideal di Rp 8.500 per penumpang per 10 kilometer. MRT (fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI) kan 16 kilometer," kata William dalam konferensi pers di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018).

Baca juga: MRT Fase 2 Lebih Mahal dan Lebih Sulit dari Fase 1

Dengan tarif Rp 8.500, MRT diperkirakan akan mendapat 130.000 penumpang per hari.

Angka ini nantinya akan diajukan ke Pemprov DKI Jakarta untuk kemudian dirumuskan besaran subsidi pemerintah untuk operasional MRT.

"Kami sedang dibantu konsultan. Jadi ketika kami bawa ke pemerintah betul-betul matang," ujarnya. 

Baca juga: Uji Coba Kereta MRT Jakarta 9 Agustus

Subsidi tidak akan hanya ditentukan jumlah penumpang harian. Namun, juga ditentukan pemeliharaan. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X