DKI Masih Upaya Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Sungai

Kompas.com - 29/06/2018, 10:52 WIB
Pekerja menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Proyek normalisasi bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPekerja menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Proyek normalisasi bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, pihaknya masih membebaskan lahan untuk proyek normalisasi sungai. Hingga Juni 2018, pembebasan tanah di pinggir sungai sudah hampir 50 persen dari target tahun ini.

"Sebelum Lebaran sudah diproses pembayarannya, kami kirim surat perintah membayar (SPM). Kalau terealisasi nilainya Rp 420 miliar. Saat ini menunggu proses pencairan di kas daerah," kata Teguh, Jumat (29/6/2018).

Untuk tahun 2018, Dinas Sumber Daya Air menganggarkan Rp 835 miliar buat pengadaan lahan di sungai dan aliran. Teguh mengatakan meski anggaran bersifat gelondongan, pihaknya memprioritaskan pembebasan di titik-titik yang normalisasinya tertunda.

"Sama seperti 2017 yang harus dituntaskan. Kami enggak bergerak dari Sungai Pesanggrahan, Sungai Ciliwung termasuk juga Kali Sunter, Cipinang Melayu, Gang Arus, Bukit Duri, Kampung Melayu, Rawajati, Gedong. Ini jalan terus karena di 2017 ini kan lanjutan kemarin yang semua datanya sudah kami inventarisir, tinggal dibayar," kata Teguh.

Baca juga: DKI Pastikan Normalisasi Sungai dan Relokasi Warga Bantaran ke Rusun

Kendati Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) tahun ini tak menganggarkan pekerjaan normalisasi sungai, Teguh berharap normalisasi bisa segera dikerjakan setelah lahan tersedia, tanpa menunggu anggaran tahun berikutnya. Ia mengatakan akan melaporkan titik-titik pembebasan lahan ke Gubernur Anies Baswedan dan BBWSCC.

"Kalau Pak Gubernur bersurat ke BBWSCC dia bisa. Karena info yang saya dapat kalau tahun ini bisa, mereka juga bisa percepat. Mungkin APBN-P atau anggaran lainnya," kata dia.

Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempertanyakan kelanjutan normalisasi sungai kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Bulan Mei kemarin saya sudah membuat surat ke Bapak Gubernur menanyakan," kata Kepala BBWSCC Jarot Widyoko, Selasa lalu.

Baca juga: Kepala BBWSCC Tanyakan Kelanjutan Normalisasi Sungai ke Gubernur DKI

BBWSCC menanyakan kelanjutan normalisasi, sebab pada Agustus dan September, pihaknya sudah mulai melakukan pengadaan untuk tahun 2019.

BBWSCC tak ingin menganggarkan normalisasi sungai jika DKI tak bisa menyediakan lahannya seperti yang terjadi tahun lalu, ketika BBWSCC mengembalikan anggaran Rp 40 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Megapolitan
Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Megapolitan
Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Megapolitan
Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

Megapolitan
Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Megapolitan
Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Megapolitan
Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Megapolitan
Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Megapolitan
Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Megapolitan
Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Megapolitan
Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Megapolitan
Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X