Tiang Penyangga JPO Tol JORR yang Rusak Mampu Tahan Beban hingga 320 Ton

Kompas.com - 29/06/2018, 18:01 WIB
Tiang penyangga darurat didirikan untuk mengamankan JPO yang dihantam truk, Jumat (29/6/2018) Dok. JalanTol Lingkarluar Jakarta Tiang penyangga darurat didirikan untuk mengamankan JPO yang dihantam truk, Jumat (29/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasubag Humas PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Puji Astuti mengatakan, tiang penyangga sementara untuk jembatan penyeberangan orang ( JPO) di KM 34 mampu menahan beban hingga 320 ton.

JPO tersebut mesti dipasangi tiang penyangga karena rusak dihantam truk bermuatan lebih.

"Kami telah pasang rangka penahan gelagar atau disebut heavy shoring lengkap dengan kerangka yang telah memperhitunglan beban maksimal hingga 320 ton," ucap Puji, melalui keterangan resmi, Jumat (29/6/2018).

Baca juga: Tiang Penyangga Didirikan di JPO Tol JORR yang Rusak Dihantam Truk

Pemasangan heavy shoring sendiri ditempatkan pada empat titik lokasi jembatan. Dua pada lajur Pondok Indah dan dua lagi diarah sebaliknya.

Rangka tersebut juga dilindungi movable concert barrier (MCB) sebanyak 15 buah untuk mengantisipasi tertabrak kendaraan.

Seperti diketahui, truk ekspedisi milik PT Serasi Logistik Indonesia (Selog) yang bermuatan berat berupa alat pengeboran mengantam JPO di KM 34 arah Pondok Indah.

Baca juga: Ditabarak Truk Bermuatan Berlebih, JPO di Tol JORR Rusak

Selain merusak bagian struktur jembatan, kejadian tersebut menyebabkan dua kendaraan yang sedang melintas ikut terkena serpihan pipa jembatan.

Kasus ini telah diserahkan ke pihak Ditlantas Polda Metro Jaya untuk proses hukum selanjutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Megapolitan
Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Megapolitan
Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Megapolitan
Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Megapolitan
Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

Megapolitan
Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Megapolitan
Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Megapolitan
Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Megapolitan
Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Megapolitan
7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Megapolitan
Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Megapolitan
Calon Pembeli Sepatu Compass, Rela Antre dari Malam hingga Sisihkan Uang Jajan...

Calon Pembeli Sepatu Compass, Rela Antre dari Malam hingga Sisihkan Uang Jajan...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X