Pemprov DKI Jakarta Akan Menerapkan Sistem "Double Track" di SMK

Kompas.com - 30/06/2018, 16:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/6/2018). KOMPAS.COM/ JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan dual based system atau double track pada pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) untuk meningkatkan jumlah siswa.

Dengan sistem ini, waktu belajar siswa akan dibagi secara berkala antara sekolah dan praktik di tempat kerja.

"Kalau kami bisa laksanakan program double track ini maka kapasitas SMK kita akan bisa meningkat drastis. Kalau satu minggu (siswa) berada di sekolah, satu minggu berada di tempat kerja, maka saat itu sebenarnya kapasitas SMK naik dua kali lipat," ujar Anies dalam pencanangan revitalisasi SMK di SMKN 26 Jakarta, Jakarta Timur, Sabtu (30/6/2018).

Baca juga: Mulai Revitalisasi SMK, Anies Merasa Tuntaskan Kerjanya di Kemendikbud Dulu

Cara tersebut bisa menambah jumlah siswa karena ruangan yang sama bisa digunakan bergantian oleh siswa.

Siswa yang ditampung pun bisa lebih banyak tanpa harus membangun gedung sekolah baru.

"Dan tidak kalah penting bukan hanya belajar teori, tetapi lebih banyak praktik-praktik yang ada di dunia industri dan bisnis," katanya.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Bangun 42 SMK Baru hingga 2022

Anies ingin sistem ini sudah bisa diterapkan pada tahun ajaran 2019.

Pada pencanangan revitalisasi SMK ini, Anies juga mengungkapkan komitmen Pemprov DKI menambah gedung SMK.

Menurut rencana, ada 42 gedung SMK baru yang akan dibangun sampai tahun 2022.

Baca juga: Tips Memilih SMK dalam PPDB 2018

Siswanya ditargetkan bertambah hingga 45 persen.

Pada pencanangan itu, Anies juga menyampaikan pesan kepada perwakilan perusahaan swasta yang menjadi mitra SMK.

Anies mengatakan, kontribusi pihak perusahaan dibutuhkan bukan hanya untuk menyediakan lapangan pekerjaan, melainkan juga untuk memberi masukan seputar kurikulum pembelajaran.

Baca juga: PPDB SMA dan SMK Jabar Melebihi Kuota

"Tolong bantu membuat kurikulum kita menjadi jauh lebih dekat dengan kenyataan yang ada di dunia nyata. Karena sering kali kurikulum kita sesak padat dengan muatan penyusun kurikulum," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubuk Kayu yang Dibangun Korban Penggusuran Sunter Agung Dibongkar Satpol PP

Gubuk Kayu yang Dibangun Korban Penggusuran Sunter Agung Dibongkar Satpol PP

Megapolitan
Antisipasi Kebakaran Susulan, Damkar Siaga di SMK Yadika 6 Pondok Gede

Antisipasi Kebakaran Susulan, Damkar Siaga di SMK Yadika 6 Pondok Gede

Megapolitan
Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba oleh 4 WNA

Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba oleh 4 WNA

Megapolitan
Pemkot Tangsel Targetkan Keruk 12.000 Ton Endapan Lumpur di Situ Parigi

Pemkot Tangsel Targetkan Keruk 12.000 Ton Endapan Lumpur di Situ Parigi

Megapolitan
Keluarga Protes Pembatasan Kunjungan Keluarga Tersangka Kasus Pengibaran Bintang Kejora

Keluarga Protes Pembatasan Kunjungan Keluarga Tersangka Kasus Pengibaran Bintang Kejora

Megapolitan
Api Muncul Lagi di SMK Yadika 6 Pondok Gede karena Tumpukan Buku Belum Padam Sempurna

Api Muncul Lagi di SMK Yadika 6 Pondok Gede karena Tumpukan Buku Belum Padam Sempurna

Megapolitan
BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

Berita Foto
[VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

[VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

Megapolitan
Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

Megapolitan
Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Istri Pria yang Bakar Diri di Cipayung

Polisi Akan Periksa Istri Pria yang Bakar Diri di Cipayung

Megapolitan
Diduga Mau Jadi TKI Ilegal, Keberangkatan Ratusan WNI Ditunda oleh Pihak Imigrasi

Diduga Mau Jadi TKI Ilegal, Keberangkatan Ratusan WNI Ditunda oleh Pihak Imigrasi

Megapolitan
Kontroversi Sukmawati: Ijazah Palsu, Laporkan Rizieq, dan Dugaan Penodaan Agama

Kontroversi Sukmawati: Ijazah Palsu, Laporkan Rizieq, dan Dugaan Penodaan Agama

Megapolitan
Pulang Umrah, Oknum Satpol PP Jakbar Langsung Diperiksa Hari Ini Terkait Pembobolan ATM

Pulang Umrah, Oknum Satpol PP Jakbar Langsung Diperiksa Hari Ini Terkait Pembobolan ATM

Megapolitan
Gedung Hangus, Siswa SMK Yadika 6 Pindah Gedung dan Belajar di Aula

Gedung Hangus, Siswa SMK Yadika 6 Pindah Gedung dan Belajar di Aula

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X