Demi Atlet Asian Games Bisa Bertanding Tepat Waktu

Kompas.com - 02/07/2018, 08:09 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mencoba naik sepeda BMX di venue Asian Games, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (29/6/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mencoba naik sepeda BMX di venue Asian Games, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (29/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Venue atau lokasi pertandingan bukan satu-satunya yang harus dipersiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyambut Asian Games 2018.

Persoalan lain seperti waktu yang ditempuh para atlet mancanegara dari penginapan mereka di Wisma Atlet, Kemayoran, menuju tempat pertandingan juga harus disiapkan sebaik mungkin.

Organizing Committee of Asia (OCA) atau Komite Asian Games menentukan, waktu tempuh para atlet dari tempat penginapan mereka ke venue adalah 34 menit.

Pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan ada tiga venue yang belum mencapai target sekaligus syarat itu.

Baca juga: Dishub Akan Kembali Uji Coba Rute Wisma Atlet Kemayoran ke 3 Venue Asian Games

"Jadi dari Wisma Atlet itu ada delapan lokasi yang perlu dijangkau oleh transportasi kita. Dari delapan ini ada tiga yang memang tidak bisa memenuhi target 34 menit," ujar Anies usai rapat di Kantor INASGOC, Jumat (29/6/2018) lalu.

Tiga venue yang dimaksud adalah venue cabang olah raga golf di Pondok Indah, Jakarta Selata, venue pencak silat di Taman Mini dan venue hand ball di GOR POPKI Cibubur.

Jarak dari Wisma Atlet ke lapangan golf di Pondol Indah 41,5 kilometer, jarak ke Cibubur adalah 39 kilometer, dan ke venue pencak silat 29 kilometer.

Uji coba terakhir sebelum Lebaran lalu, waktu tempuh dari Wisma Atlet Kemayoran ke TMII 38 menit, ke Cibubur 45 menit, dan ke Pondok Indah 48 menit.

Manfaatkan sitem ganjil genap

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, pihaknya bersama kepolisian akan melakukan uji coba lagi. Khususnya terhadap tiga venue yang belum memenuhi syarat itu.

Hari Senin ini, perluasan kebijakan ganjil genap juga akan dimulai. Sigit mengatakan sistem ganjil genap akan membantu proses uji coba.

Baca juga: 3 Venue Asian Games Tak Bisa Ditempuh dalam 34 Menit

"Hari Rabu (4/7/2018) kami akan melaksanakan uji coba lagi. Hari Senin kan sudah mulai uji coba perluasan ganjil genap, meskipun masih tahap uji coba, ini mudah-mudahan bisa semakin baik dan bisa memenuhi target yang diharapkan OCA," kata Sigit.

Penerapan sistem ganjil-genap dilakukan Senin-Minggu, pukul 06.00-21.00 WIB atau selama 15 jam. Sistem itu juga berlaku di sejumlah lokasi yang sebelumnya tidak terkena sistem ganjil genap.

Rencananya setelah uji coba ganjil genap berakhir pada 31 Juli 2018, pada 1 Agustus 2018 perluasan ganjil genap diberlakukan.

Menyiapkan rute

Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menyiapkan rute. Uji coba nanti akan dimulai dari Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Wisma Atlet, Kemayoran.

Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju masing-masing venue, khususnya ke tiga venue itu. Untuk rute menuju venue di Taman Mini dan Cibubur, Dishub menyiapkan jalur tol. Rute ke venue di Pondok Indah, Dishub menyiapkan jalur tol dan non-tol.

Namun jika waktu tempuhnya tetap tidak memenuhi syarat, Sigit mengatakan ada wacana untuk memindahkan tempat menginap para atlet golf. Atlet golf yang menggunakan venue di Pondok Indah tidak akan menginap di Wisma Atlet melainkan dipindah ke Hotel Swiss Bell.

"Itu masih dikonfirmasi oleh teman-teman INASGOC," kata Sigit.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X