Sandiaga: Jangan Sampai Tiket Asian Games Dibanderol Tinggi, "Venue" Malah Sepi

Kompas.com - 03/07/2018, 17:08 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai sidang paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Senin (2/7/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai sidang paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Senin (2/7/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan memeriksa lagi kepastian mengenai harga tiket Asian Games. Sandiaga mengatakan, tiket seharusnya tidak dijual terlalu mahal agar menarik banyak penonton.

"Jangan sampai dengan tiket yang dibanderol cukup tinggi ini malah venue-nya sepi. Kita inginnya kan Asian Games yang sukses," ujar Sandiaga, di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (3/7/2018).

Sandiaga mengatakan, pekan ini dia akan berkomunikasi dengan Direktur Ticketing Inasgoc Sarman Simanjorang.

Baca juga: Tiket Asian Games Terlalu Mahal, Sandiaga Akan Diskusi dengan INASGOC

 

Dia juga berharap, anak sekolah bisa diarahkan untuk menonton pertandingan Asian Games dengan gratis. Dia masih mencari cara bagaimana bisa mewujudkan itu.

"Kita berharap itu akan dibebaskan harga tanda masuknya," ujar Sandiaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) menyiapkan dua jenis tiket yang bakal dijual selama perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada Agustus hingga September mendatang.

Direktur Ticketing Inasgoc Sarman Simanjorang menyatakan, jenis tiket tersebut adalah internasional dan lokal.

"Untuk harga, itu ada dua macam, harga lokal dan internasional," kata Sarman.

Menurut Sarman, hal tersebut adalah wajar diterapkan dalam agenda internasional seperti Asian Games.

Baca juga: Inasgoc Siapkan Dua Jenis Harga Tiket Asian Games 2018

"Pertimbangannya pertama bahwa di beberapa event internasional memang selalu ada seperti itu juga. Jadi, harga lokalnya pasti beda dengan harga internasional. Kedua, ya boleh dikatakan kalau kita kurs-kan ke dollar kan juga sangat murah nanti," kata dia.

Adapun perbedaan harga tiket tersebut didasarkan pada kartu identitas atau nomor telepon pada saat pembelian tiket dengan sistem online. Sarman menambahkan, tiket internasional dijual 20 persen lebih tinggi ketimbang tiket lokal.

Kompas TV Uji coba ini dilakukan dalam kurun waktu sebulan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Megapolitan
Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak "Paket" di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Megapolitan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Megapolitan
Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Megapolitan
RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Megapolitan
Rombongan Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur

Rombongan Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Teriak "Paket" di Cibubur

Megapolitan
Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Tak Ditahan Polisi

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Tak Ditahan Polisi

Megapolitan
Gas Bocor, 4 Kios di Duren Sawit Hangus Terbakar

Gas Bocor, 4 Kios di Duren Sawit Hangus Terbakar

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Diduga Alami Demensia

Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Diduga Alami Demensia

Megapolitan
Diduga Lecehkan Agama, Pria di Bekasi Diamankan Polisi

Diduga Lecehkan Agama, Pria di Bekasi Diamankan Polisi

Megapolitan
Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.