Harga Tiket Asian Games hingga Rp 7,5 Juta, Ini Pertimbangannya

Kompas.com - 06/07/2018, 09:24 WIB
Bank Mandiri dengan kiosTix jalin kerja sama dalam penjualan tiket Asian Games 2018, Jumat (29/6/2018).KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Bank Mandiri dengan kiosTix jalin kerja sama dalam penjualan tiket Asian Games 2018, Jumat (29/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Ticketing Inasgoc Sarman Simanjorang menyampaikan sejumlah pertimbangan penetapan harga tiket saat pembukaan Asian Games 2018.

Sejumlah pihak menilai harga tiket pembukaan Asian Games masuk dalam kategori mahal. Untuk acara pembukaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 18 Agustus 2018, tiket terdiri dari tiga pilihan harga yaitu Rp 750.000, Rp 1,5 juta, dan Rp 7,5 juta.

Pertama, Sarman mengatakan, penetapan harga tiket dilatarbelakangi kepopuleran event tersebut.

"Bahwa Asian Games merupakan event terbesar kedua di dunia setelah olimpiade sehingga kan memang harganya harus disesuaikan juga dengan tingkat kepopulerannya dan daya saingnnya," ujar Sarman di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Baca juga: Daftar Harga Tiket Asian Games 2018

Kedua, penetapan harga tiket mengacu pada harga tiket pada penyelenggaraan Asian Games sebelumnya. Saat Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Korea Selatan, harga tiket pembukaan Asian Games paling murah Rp 1,2 juta dan harga tiket VIP Rp 8,4 juta. 

Pada gelaran Asian Games 2010 di Guangzhou, China, harga tiket paling mahal Rp 14,7 juta dan paling murah Rp 3,4 juta.

Alasan ketiga yaitu mengacu pada nilai tukar rupiah. Alasan keempat, kata Sarman karena kapasitas penonton di Stadion Gelora Bung Karno yang harusnya 77.000 kursi, hanya hanya bisa diisi 42.000 kursi. Ini karena sebagian besar lokasi tertutup oleh properti pembukaan Asian Games.

Baca juga: Sandiaga: Jangan Sampai Tiket Asian Games Dibanderol Tinggi, Venue Malah Sepi

Sarman mengatakan, penetapan harga tiket Asian Games telah didiskusikan dan disepakati bersama dengan Olympic Council of Asia (OCA).

"Dalam perhitungan harga, bukan semata-mata hanya diputuskan oleh Inasgoc tapi juga diputuskan berdasarkan dengan standar yang dimiliki OCA," ujar Sarman.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X