3 Begal Komplotan "Tenda Oranye" yang Ditembak Mati Positif Narkoba - Kompas.com

3 Begal Komplotan "Tenda Oranye" yang Ditembak Mati Positif Narkoba

Kompas.com - 06/07/2018, 15:08 WIB
Ilustrasi narkobaTOTO SIHONO Ilustrasi narkoba

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil autopsi Tim Forensik RS Polri Kramatjati Jakarta Timur terhadap tiga tersangka penjambret anggota komplotan Tenda Oranye yang tewas ditembak polisi menunjukkan, ketiganya positif menggunakan narkoba.

Ketiga orang itu, yaitu RB (30), MS (33) dan FS (35), tewas pada lokasi dan waktu yang berbeda-beda di Jakarata.

"Pada bagian tubuhnya, ginjal, mengandung zat adiktif narkoba berupa amphetamine dan methaphetamine," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, Jumat (6/7/2018).

Baca juga: Geng Burung Hantu, Komplotan Begal di Pondok Indah yang Beraksi Lewat Dini Hari

Keberadaan komplotan itu terungkap setelah salah satu dari mereka menjambret Dirjen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarief Bahruddin pada 25 Juni 2018. Tersangka pelaku dalam kasus itu, yaitu FS ditembak mati polisi pada 29 Juni lalu.

Ada pun MS ditembak setelah menjambret tas pedagang lumpia pada 26 Juni. Sementara tersangka RB ditembak mati hari Minggu lalu di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara setelah menjambret tas seorang perempuan.

Ketiganya merupakan residivis dengan jenis kejahatan yang sama.

Polisi juga memastikan ketiganya pecandu narkoba setelah hal itu dibuktikan dengan hasil autopsi.

"Kemungkinan para pelaku ini merupakan... pecandu berat narkoba dan dalam aksinya salah satunya untuk memenuhi hasrat kecanduan narkoba tersebut," kata Hengki Haryadi.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Anggota Tenda Oranye yang Jambret Pedagang Lumpia


Komentar

Terkini Lainnya

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Internasional
Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Edukasi
Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Megapolitan
Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat 'Hilang' dari Lapas Sukamiskin

Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat "Hilang" dari Lapas Sukamiskin

Nasional
Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Nasional
Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Nasional
Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Nasional
Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Regional
Saat Lagu 'Ditinggal Rabi' Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Saat Lagu "Ditinggal Rabi" Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Regional
Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Nasional
Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Megapolitan
Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Nasional
Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Edukasi
Daging Ayam Mahal dan Stok Menipis, Pedagang Jual Kepala dan Ceker

Daging Ayam Mahal dan Stok Menipis, Pedagang Jual Kepala dan Ceker

Regional

Close Ads X