Anies Copot Sejumlah Kepala SKPD, Jabatan Mereka Kini Dilelang

Kompas.com - 07/07/2018, 15:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik pejabat wali kota dan eselon II di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (5/7/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik pejabat wali kota dan eselon II di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (5/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membenarkan sejumlah kepala satuan kerja perangkat dinas (SKPD) telah dicopot dari jabatannya oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Jabatan yang kosong itu kini tengah dilelang terbuka.

"Bu Tinia (Budiarti) Kadis Pariwisata memasuki masa purna tugas.Kebetulan juga usianya sudah memasuki masa pensiun, dan Bu Kadis Pariwisata itu lagi dilakukan penyegaran," kata Sandiaga di Jakarta Timur, Sabtu (7/7/2018).

Sandiaga mengatakan posisi Tinia Budiati kini digantikan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Asiantoro.

Selain itu, Koesmedi Priharto selaku Kepala Dinas Kesehatan juga telah dilepas dari jabatannya.

"Pak Koesmedi juga sama usianya sudah memasuki masa pensiun," ujar Sandiaga.

Baca juga: Bagaimana Nasib Wali Kota yang Dicopot Anies?

Sekretaris Daerah Saefullah mengatakan setidaknya sudah 13 kepala SKPD, dari 39 posisi yang dilelang, sudah dicopot Jumat kemarin.

"Kesbangpol sudah ada Plt (pelaksana tugas)-nya, Dinas Pendidikan ada Plt-nya, Dinas Kesehatan kosong ada Plt-nya, Pariwisata ada Plt-nya. Plt-nya orang internal saja, yang bisa melaksanakan serapan anggaran. Rata-rata kalau bukan wakilnya, kepala seksinya, atau kepala bidangnya," ujar Saefullah.

Mereka yang sudah di atas 56 tahun, akan diturunkan sebagai staf. Sementara yang belum, bisa mengikuti seleksi untuk jabatan lamanya maupun jabatan lain.

Sebanyak 39 jabatan eselon II yang akan dilelang dibagi menjadi dua, yakni jabatan tertentu yang hanya dapat diisini oleh PNS dari Pemprov DKI dan jabatan yang dapat diisi oleh PNS dari DKI dan luar DKI atau nasional.

Ada 25 jabatan yang berskala nasional, antara lain Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Sekretaris Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur, Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa (BPPBJ), Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kepala Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) DKI, dan Kepala Dinas Bina Marga.

Ada 14 jabatan yang berskala lokal atau hanya untuk PNS DKI saja, antara lain Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Wakil Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), Wakil Kepala Satpol PP, Wakil Wali Kota di lima wilayah, Wakil Bupati di Kepulauan Seribu, Kepala Biro Administrasi Sekda DKI, Kepala Dinas Perhubungan DKI, Kepala Dinas Sumber Daya Air, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selebgram Medina Zein Berencana Ajukan Praperadilan Terkait Status Tersangka Pencemaran Nama Baik

Selebgram Medina Zein Berencana Ajukan Praperadilan Terkait Status Tersangka Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Sekolah Cerminan Merebaknya Penularan di Masyarakat

Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Sekolah Cerminan Merebaknya Penularan di Masyarakat

Megapolitan
Tiga Kapal Nelayan di Muara Angke Hangus Terbakar

Tiga Kapal Nelayan di Muara Angke Hangus Terbakar

Megapolitan
UPDATE Lonjakan Kasus Aktif Covid-19: Saat Natal Masih 337, Kini Ada 3.816 Kasus

UPDATE Lonjakan Kasus Aktif Covid-19: Saat Natal Masih 337, Kini Ada 3.816 Kasus

Megapolitan
Viral, Bocah Penyandang Autisme di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Ditangkap

Viral, Bocah Penyandang Autisme di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Terkait Masalah Banjir di Pondok Bambu Kini Dibongkar

Tembok Bentuk Protes Warga Terkait Masalah Banjir di Pondok Bambu Kini Dibongkar

Megapolitan
Wajah Baru Jakarta dan New Urban Agenda

Wajah Baru Jakarta dan New Urban Agenda

Megapolitan
Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal dengan Luka Lebam, Kompolnas: Usut Tuntas Jika Ada Penganiayaan

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal dengan Luka Lebam, Kompolnas: Usut Tuntas Jika Ada Penganiayaan

Megapolitan
Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara, Diduga Dikeroyok 6 Orang dan Ditusuk

Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara, Diduga Dikeroyok 6 Orang dan Ditusuk

Megapolitan
Update Klaster Covid-19 Krukut: Warga Terpapar Jadi 89 Orang, Sebagian Tunggu Panggilan Wisma Atlet

Update Klaster Covid-19 Krukut: Warga Terpapar Jadi 89 Orang, Sebagian Tunggu Panggilan Wisma Atlet

Megapolitan
Kata Gubernur Anies soal Aksi Panggung Nidji di JIS Tanpa Giring Ganesha

Kata Gubernur Anies soal Aksi Panggung Nidji di JIS Tanpa Giring Ganesha

Megapolitan
Gempa Besar Guncang Jakarta, Ancaman Megathrust Selat Sunda Jadi Nyata

Gempa Besar Guncang Jakarta, Ancaman Megathrust Selat Sunda Jadi Nyata

Megapolitan
Ironi PTM 100 Persen di Jakarta, Jalan Terus Saat Omicron Merebak, Prokes Mulai Longgar...

Ironi PTM 100 Persen di Jakarta, Jalan Terus Saat Omicron Merebak, Prokes Mulai Longgar...

Megapolitan
Di Balik Zona Merah Krukut, Dapur Umum Micro Lockdown Wujud Saling Dukung Warga di Tengah Badai Covid-19

Di Balik Zona Merah Krukut, Dapur Umum Micro Lockdown Wujud Saling Dukung Warga di Tengah Badai Covid-19

Megapolitan
'Street Race' Perdana di Ancol Rampung, Pembalap: Dulu Kucing-kucingan dengan Polisi, Sekarang Difasilitasi

"Street Race" Perdana di Ancol Rampung, Pembalap: Dulu Kucing-kucingan dengan Polisi, Sekarang Difasilitasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.