Penjambret di Cempaka Putih Ingin Minta Maaf kepada Keluarga Korban - Kompas.com

Penjambret di Cempaka Putih Ingin Minta Maaf kepada Keluarga Korban

Kompas.com - 09/07/2018, 15:11 WIB
SH (27), pelaku penjambretan  penumpang ojek online di Cempaka Putih menyerahkan diri ke Mapolsek Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA SH (27), pelaku penjambretan penumpang ojek online di Cempaka Putih menyerahkan diri ke Mapolsek Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka pelaku penjambretan terhadap Warsilah, yaitu SH (27), mengaku menyesal atas aksi penjambretan yang menyebabkan gadis itu tewas. SH mengatakan, ia akan meminta maaf kepada keluarga Warsilah jika nanti mereka bertemu.

"Saya mau minta maaf sebesar-besarnya atas perbuatan saya. Saya menyesal dan mengaku salah," kata SH di Mapolres Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Baca juga: JEO Teror Jambret di Ibu Kota

SH mengatakan, ia hanya berniat merampas tas Warsilah dan tidak berniat membuat Warsilah terjatuh lalu meninggal dunia.

Sehari-hari SH bekerja sebagai sopir angkot jurusan Pulogadung-Kota.

Baca juga: Penjambret di Cempaka Putih Tahu Korbannya Tewas 3 Hari Setelah Kejadian

"Saya nyesal, saya bertobat. Setelah keluar dari penjara saya mau hidup apa adanya. Saya tahu nanti banyak yang enggak terima, saya sadar diri. Saya kerja apa saja yang penting halal," ujar SH.

SH menjambret Warsilah, yang sedang menumpang ojek online, di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 1 Juli 2018. Warsilah tewas setelah terjatuh saat mempertahankan tasnya.

SH menyerahkan diri ke Mapolsek Jagakarsa, Minggu kemarin setelah sepekan menjadi buronan polisi.

Saat kejadian, SH gagal merebut tas Warsilah karena Warsilah secara spontan mempertahankan tasnya.

Baca juga: Penjambret di Cempaka Putih Merasa Diikuti Bayang-bayang Korban


Close Ads X