Riwayat Stadion Utama GBK dan Ambisi Soekarno

Kompas.com - 10/07/2018, 08:38 WIB
Suasana di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, yang tengah direnovasi, Rabu (25/10/2017). Renovasi stadion yang akan digunakan pada ajang Asian Games 2018 itu telah mencapai 90 persen. BOLASPORT.COM/HERKA YANIS PSuasana di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, yang tengah direnovasi, Rabu (25/10/2017). Renovasi stadion yang akan digunakan pada ajang Asian Games 2018 itu telah mencapai 90 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - "...Its construction is a feat unequalled in the annual of sports history in Asia and perhaps in the world," tulis The Asia Magazine, Hong Kong (1962).

Jalanan Senayan yang berliku, sempit, dan masih rusak, tak mengurungkan niat Presiden Soekarno beserta rombongan para menteri dan perwakilan korps diplomatik untuk berkumpul di suatu sore di tahun 1962.

Hari itu, tepatnya 21 Juli, riuh sorak dan tepuk tangan 110.000 orang menggema ke langit Jakarta yang cerah dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Dalam buku Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno (2004), Julius Pour menulis di hari itu, tepat pukul 17.00, Presiden Soekarno meresmikan SUGBK.

"Ini merupakan stadion terhebat di seluruh dunia, milik bangsa Indonesia. Saya sudah berkeliling dunia, sudah melihat stadion Rio de Janeiro, sudah melihat stadion di Warsawa, sudah melihat stadion di Meksiko, sudah melihat stadion di negeri-negeri lain, ... wah, Stadion Utama Jakarta adalah stadion terhebat di seluruh dunia," kata Soekarno, dalam pidatonya.

Baca juga: Venue Asian Games dan Penataan Kawasan GBK Senayan Rampung Juli 2018

Megahnya SUGBK kala itu menuai kritik dari rakyat karena dianggap sebagai pemborosan. Sebab, rakyat saat itu juga masih belum sejahtera.

Namun, Soekarno membantah SUGBK adalah ambisi pribadinya.

“Ini semua bukanlah untuk kejayaanku, semua ini dibangun demi kejayaan bangsa. Supaya bangsaku dihargai oleh seluruh dunia,” kata Soekarno, dalam biografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1965), karya Cindy Adams.

Pembelaan ini kelak terbukti lewat berbagai warisan GBK selama lebih dari setengah abad.

Stadion untuk Asian Games

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-IV pada 1958, menjadi kebanggaan sekaligus kecemasan. Indonesia kala itu baru merdeka dengan keterbatasan dana dan manusia.

Namun, bagi Presiden Soekarno, perhelatan Asian Games ke-IV pada 1962, jadi kesempatannya menunjukkan ke dunia akan kehebatan Indonesia.

Indonesia diwajibkan membangun sebuah multi-sports complex, yang kala itu belum terbayangkan di benak masyarakat awam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Megapolitan
Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

Megapolitan
PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Megapolitan
Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

Megapolitan
Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

Megapolitan
Kebakaran Selama 8 Jam, 987 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal di Tambora

Kebakaran Selama 8 Jam, 987 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal di Tambora

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Babak Baru Pemerkosaan di Bintaro | Penembakan Misterius di Tangsel Lukai 8 Korban

[POPULER JABODETABEK] Babak Baru Pemerkosaan di Bintaro | Penembakan Misterius di Tangsel Lukai 8 Korban

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 16, Total 650 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 16, Total 650 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Zona Merah Bertambah, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Pun Konsisten Alami Peningkatan

Zona Merah Bertambah, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Pun Konsisten Alami Peningkatan

Megapolitan
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Ragu Struktur Bata di Stasiun Bekasi Bekas Markas Jepang

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Ragu Struktur Bata di Stasiun Bekasi Bekas Markas Jepang

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19, Kita Juga Ingin Sembuh

Cerita Penyintas Covid-19: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19, Kita Juga Ingin Sembuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X