Ini Evaluasi Perluasan Ganjil-Genap Setelah Sepekan Diuji Coba

Kompas.com - 10/07/2018, 22:18 WIB
Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan yang melintas saat uji coba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta bisa mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELPetugas kepolisian mengarahkan kendaraan yang melintas saat uji coba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta bisa mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memperpendek rute ganjil-genap setelah mengevaluasi uji coba selama satu pekan, sejak 2 Juli 2018. 

"Akan dikaji pengurangan ruas kawasan ganjil-genap, seperti di Jalan Benyamin Sueb dan Jalan Pondok Indah," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Selasa (10/7/2018).

Ganjil-genap di Jalan Benjamin Sueb yang semula dari Simpang Gempol ke pintu Tol Kemayoran akan diperpendek menjadi dari simpang Jalan Angkasa sampai pintu Tol Kemayoran. 

Baca juga: Dishub DKI: Lalu Lintas di Ruas Ganjil Genap Lebih Lancar 16 Persen

Selanjutnya, ganjil-genap di Jalan Pondok Indah yang semula dari simpang Ciputat Raya-Simpang Kartini-Simpang Jalan Ciledug Raya akan mengalami perpendekan rute di Simpang Ciputat Raya-Simpang Metro Pondok Indah.

Selain itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga tidak akan meliburkan sekolah saat perhelatan Asian Games.

"Disdik hanya akan menyesuaikan dengan lokasi yang terkena dampak yang diliburkan. Untuk waktu disesuaikan dengan jadwal pertandingan Asian Games," ujarnya. 

Baca juga: Rute Sistem Ganjil Genap di Pondok Indah Diperpendek

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan melakukan pengukuran kualitas udara di beberapa titik wilayah kota.

Berdasarkan data yang diperoleh Badan Pengelola Transportasi Jabotabek (BPTJ) selama masa uji coba perluasan ganjil genap, terjadi pergeseran kendaraan. 

Pengemudi lebih memilih jalan tol daripada jalan arteri.

Baca juga: Belum Ada Penindakan, Banyak Pengemudi Langgar Ganjil-Genap di Jalan DI Panjaitan

Selama uji coba juga terjadi penurunan volume kendaraan di tol dalam dan luar kota sekitar 26 persen.

Namun, peningkatan terjadi pada penggunaan bus Royal Transjakarta sebesar 11,4 persen dan 1,4 persen untuk Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD).

Kemudian berdasarkan data Jakarta Smart City, terjadi penurunan keterlambatan di 13 ruas jalan sekitar 16 persen. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X