Dari Musik sampai Politik, Peristiwa Bersejarah di GBK

Kompas.com - 11/07/2018, 09:07 WIB
Wajah baru Stadion Utama GBK Senayan Jakarta yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 14 Januari 2018. Dokumentasi Adhi KaryaWajah baru Stadion Utama GBK Senayan Jakarta yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 14 Januari 2018.

Al Jarreau mengguncang penggemarnya di tahun 1978 lewat konser di Balai Sidang. Tiga pekan kemudian, tepatnya pada 23 Juni, penyanyi legendaris Gloria Estefan menggelar konser bersama grup Miami Sound Machine (MLM) di Balai Sidang.

Pada 5 September 1984, The New York Philharmonic Orchestra tampil dengan dramatis dan menggugah di Balai Sidang.

Sebanyak 110 pemain di bawah pimpinan Zubin Mehta, membuka acara dengan mengajak semua penonton untuk mengheningkan cipta bagi Wakil Presiden Adam Malik yang meninggal pagi harinya.

Baca juga: Riwayat Stadion Utama GBK dan Ambisi Soekarno

Tina Turner juga tercatat pernah menggelar konser pada 16-18 Februari 1988 di Istora. Vokalis Rolling Stones, Mick Jagger juga menggelar konser di Stadion Utama pada 30 Oktober 1988 dan diwarnai sejumlah kerusuhan.

Grup band lokal Kantata Takwa pernah pentas di Istora pada 6 Juli 1998 dan berakhir dengan kerusuhan di Parkir Timur yang tak jelas sebabnya. Kelak, Kantata Takwa kembali konser pada 30 Agustus 2003.

Pada 25 Agustus 2013, Metallica sukses menggelar konser keduanya di Indonesia di Stadion Utama. Deretan artis lainnya seperti The Moffats, Avenged Sevenfold, Linkin Park, Craig David, Brian McKnight, One Direction, Bon Jovi, Super Junior, hingga SM TOWN juga tercatat pernah berpentas di GBK.

Urusan agama, dua Paus pernah memimpin misa di Stadion Utama. Yang pertama, Paus Paulus VI memimpin misa di Stadion Utama pada 3 Desember 1970. Kedua, pada 1989, Paus Yohanes Paulus II mengumpulkan lebih dari 100.000 umat Katolik untuk mengikuti misa di Stadion Utama.

GBK juga berkali-kali digunakan sebagai tempat ibadah umat muslim antara lain shalat Ied yang digelar Yayasan Hira pada 20 Februari 1996 yang dihadiri setengah juta umat muslim dan istighasah kubra warga Nahdlatul Ulama di Parkir Timur pada Juli 1998 untuk mendoakan bangsa yang tengah dilanda krisis ekonomi dan politik.

Istighasah kembali digelar warga NU pada 30 April 2001 dan diwarnai meledaknya bom molotov. Pada 6 Agustus 2000, umat lintasagama menggelar Indonesia Berdoa untuk menghendaki perdamaian.

Baca juga: GBK Ditutup untuk Umum, Masyarakat Disarankan Joging di Trotoar

Politik

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

Megapolitan
Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Megapolitan
Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Megapolitan
Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Megapolitan
KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

Megapolitan
Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

Megapolitan
Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

Megapolitan
Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

Megapolitan
LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

Megapolitan
Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

Megapolitan
Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

Megapolitan
Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

Megapolitan
Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X