Dari Musik sampai Politik, Peristiwa Bersejarah di GBK

Kompas.com - 11/07/2018, 09:07 WIB
Wajah baru Stadion Utama GBK Senayan Jakarta yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 14 Januari 2018. Dokumentasi Adhi KaryaWajah baru Stadion Utama GBK Senayan Jakarta yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 14 Januari 2018.

Di kancah musik, sejumlah musisi legendaris tercatat pernah menggelar konser di Gelora Bung Karno. Pada 4-5 Desember 1975, Deep Purple berhasil mengumpulkan puluhan ribu penonton di Stadion Utama. Grup band kulit hitam asal Inggris Osibisa juga tercatat pernah manggung pada 1978. NHK Symphony Orchestra yang dipimpin Yuzo Toyama juga pernah memukau Balai Sidang pada 2 September 1979.

Al Jarreau mengguncang penggemarnya di tahun 1978 lewat konser di Balai Sidang. Tiga pekan kemudian, tepatnya pada 23 Juni, penyanyi legendaris Gloria Estefan menggelar konser bersama grup Miami Sound Machine (MLM) di Balai Sidang.

Pada 5 September 1984, The New York Philharmonic Orchestra tampil dengan dramatis dan menggugah di Balai Sidang.

Sebanyak 110 pemain di bawah pimpinan Zubin Mehta, membuka acara dengan mengajak semua penonton untuk mengheningkan cipta bagi Wakil Presiden Adam Malik yang meninggal pagi harinya.

Baca juga: Riwayat Stadion Utama GBK dan Ambisi Soekarno

Tina Turner juga tercatat pernah menggelar konser pada 16-18 Februari 1988 di Istora. Vokalis Rolling Stones, Mick Jagger juga menggelar konser di Stadion Utama pada 30 Oktober 1988 dan diwarnai sejumlah kerusuhan.

Grup band lokal Kantata Takwa pernah pentas di Istora pada 6 Juli 1998 dan berakhir dengan kerusuhan di Parkir Timur yang tak jelas sebabnya. Kelak, Kantata Takwa kembali konser pada 30 Agustus 2003.

Pada 25 Agustus 2013, Metallica sukses menggelar konser keduanya di Indonesia di Stadion Utama. Deretan artis lainnya seperti The Moffats, Avenged Sevenfold, Linkin Park, Craig David, Brian McKnight, One Direction, Bon Jovi, Super Junior, hingga SM TOWN juga tercatat pernah berpentas di GBK.

Urusan agama, dua Paus pernah memimpin misa di Stadion Utama. Yang pertama, Paus Paulus VI memimpin misa di Stadion Utama pada 3 Desember 1970. Kedua, pada 1989, Paus Yohanes Paulus II mengumpulkan lebih dari 100.000 umat Katolik untuk mengikuti misa di Stadion Utama.

GBK juga berkali-kali digunakan sebagai tempat ibadah umat muslim antara lain shalat Ied yang digelar Yayasan Hira pada 20 Februari 1996 yang dihadiri setengah juta umat muslim dan istighasah kubra warga Nahdlatul Ulama di Parkir Timur pada Juli 1998 untuk mendoakan bangsa yang tengah dilanda krisis ekonomi dan politik.

Istighasah kembali digelar warga NU pada 30 April 2001 dan diwarnai meledaknya bom molotov. Pada 6 Agustus 2000, umat lintasagama menggelar Indonesia Berdoa untuk menghendaki perdamaian.

Baca juga: GBK Ditutup untuk Umum, Masyarakat Disarankan Joging di Trotoar

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Pemuda Ditangkap, Buat Grup Berbayar Jual Pornografi Anak-anak

3 Pemuda Ditangkap, Buat Grup Berbayar Jual Pornografi Anak-anak

Megapolitan
Ceritakan Kasusnya di Medsos, Korban Pemerkosaan di Bintaro Ingin Dapatkan Keadilan

Ceritakan Kasusnya di Medsos, Korban Pemerkosaan di Bintaro Ingin Dapatkan Keadilan

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Anji Diminta Jelaskan Tujuan Konten Wawancara dengan Hadi Pranoto

Diperiksa Polisi, Anji Diminta Jelaskan Tujuan Konten Wawancara dengan Hadi Pranoto

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Dikeroyok dan Ditusuk di Pondok Pinang

Seorang Remaja Tewas Dikeroyok dan Ditusuk di Pondok Pinang

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Teror Korbannya dengan Foto Tak Senonoh Lewat Instagram

Pemerkosa di Bintaro Teror Korbannya dengan Foto Tak Senonoh Lewat Instagram

Megapolitan
Hampir 80 Persen Penumpang KRL Telah Bertransaksi Non Tunai

Hampir 80 Persen Penumpang KRL Telah Bertransaksi Non Tunai

Megapolitan
Kronologi Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Kronologi Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Megapolitan
IPW Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Kinerja Polres Tangsel Tangani Kasus Pemerkosaan

IPW Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Kinerja Polres Tangsel Tangani Kasus Pemerkosaan

Megapolitan
Satu Pegawai Diduga Positif Covid-19, Giant Margo City Tetap Beroperasi

Satu Pegawai Diduga Positif Covid-19, Giant Margo City Tetap Beroperasi

Megapolitan
Pelanggar PSBB di Kota Tangerang Menurun, tapi Kasus Covid-19 Meningkat

Pelanggar PSBB di Kota Tangerang Menurun, tapi Kasus Covid-19 Meningkat

Megapolitan
UPDATE 9 Agustus: 28 RW dan 20 Kelurahan Zona Merah di Kota Bekasi

UPDATE 9 Agustus: 28 RW dan 20 Kelurahan Zona Merah di Kota Bekasi

Megapolitan
Polres Bandara Soetta Tangkap Calon Penumpang yang Pakai Surat Palsu Bebas Covid-19

Polres Bandara Soetta Tangkap Calon Penumpang yang Pakai Surat Palsu Bebas Covid-19

Megapolitan
Buka Saat PSBB, Karaoke Masterpiece di Mangga Besar Terancam Disegel

Buka Saat PSBB, Karaoke Masterpiece di Mangga Besar Terancam Disegel

Megapolitan
 RS Azra Kota Bogor Bantah 10 Pegawainya Terpapar Covid-19

RS Azra Kota Bogor Bantah 10 Pegawainya Terpapar Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Bekasi: Bertambah 27 Kasus, 30 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Bekasi: Bertambah 27 Kasus, 30 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X